Di sisi lain ada hal yang penting pula untuk hal ini, yaitu peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai anaknya.
Pengawasan ini bertujuan untuk melindungi anak dari dampak negatif gawai dan mengarahkannya ke penggunaan yang positif dan bermanfaat.
Orang tua perlu menetapkan batasan waktu yang jelas dan konsisten mengenai berapa lama anak boleh menggunakan gawai setiap harinya.
Memastikan anak tidak mengakses konten yang mengandung kekerasan, pornografi, atau hal negatif lainnya, mendampingi anak saat mereka menggunakan gawai, memberikan pemahaman tentang risiko dan dampak negatif dari penggunaan gawai yang berlebihan atau tidak tepat.
Dalam konteks pendidikan terutama adanya paparan penggunaan gawai ini, orang tua tidak bisa menyerahkan pelaksanaan Pendidikan hanya kepada sekolah, kerjasama antara orang tua dengan sekolah mengenai perkembangan anaknya sangat diperlukan.
Dalam kontes ini, apapun yang terjadi tidak ada jawaban yang mudah untuk pertanyaan penggunaan gawai dalam pembelajaran atau sebaiknya kembali kepada sistem pembelajaran lama atau tidak?
Namun perlu kita siapkan secara cepat pelaksanaan pembelajaran yang terbaik untuk generasi penerus masa depan bangsa.
Ucu, S.S, Pemerhati Pendidikan dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang
Artikel Terkait
Kunci bahagia anak mengikuti pembelajaran di sekolah
Orang tua perlu tahu, ini 8 tips agar anak menyukai pembelajaran di museum
Pembelajaran Ramadan tuai pro-kontra, ternyata libur saat puasa sudah ada sejak zaman penjajahan
Konsep pembelajaran Ramadan hampir selesai, surat edaran segera diumumkan, siswa sekolah dipastikan tidak libur
Pembelajaran Ramadan 2025 sudah diumumkan, begini detail aturan untuk siswa muslim dan non muslim selama bulan puasa
ESAI: Kabupaten Subang dan kepemimpinan kaum muda, antara harapan dan tantangan
ESAI: Kembali pada stereotip warisan pada penjurusan IPA IPS di SMA