ESAI: Menakar penggunaan gawai atau kembali kepada sistem pembelajaran lama

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 16 April 2025 | 11:33 WIB
Ucu, S.S, Pemerhati Pendidikan dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang
Ucu, S.S, Pemerhati Pendidikan dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang

Di sisi lain ada hal yang penting pula untuk hal ini, yaitu peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai anaknya.

Pengawasan ini bertujuan untuk melindungi anak dari dampak negatif gawai dan mengarahkannya ke penggunaan yang positif dan bermanfaat.

Orang tua perlu menetapkan batasan waktu yang jelas dan konsisten mengenai berapa lama anak boleh menggunakan gawai setiap harinya.

Baca Juga: Kantongi korban baru, polisi ungkap korban lain dar Priguna Anugerah saat ini masih berstatus pasien di RSHS

Memastikan anak tidak mengakses konten yang mengandung kekerasan, pornografi, atau hal negatif lainnya, mendampingi anak saat mereka menggunakan gawai, memberikan pemahaman tentang risiko dan dampak negatif dari penggunaan gawai yang berlebihan atau tidak tepat.

Dalam konteks pendidikan terutama adanya paparan penggunaan gawai ini, orang tua tidak bisa menyerahkan pelaksanaan Pendidikan hanya kepada sekolah, kerjasama antara orang tua dengan sekolah mengenai perkembangan anaknya sangat diperlukan.

Dalam kontes ini, apapun yang terjadi tidak ada jawaban yang mudah untuk pertanyaan penggunaan gawai dalam pembelajaran atau sebaiknya kembali kepada sistem pembelajaran lama atau tidak?

Namun perlu kita siapkan secara cepat pelaksanaan pembelajaran yang terbaik untuk generasi penerus masa depan bangsa.

Ucu, S.S, Pemerhati Pendidikan dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X