Sempat viral sebuah video yang menampilkan siswa SMA/SMK tidak bisa menjawab soal perkalian serta pada video lainnya beberapa pertanyaan pengetahuan umum yang diajarkan pada jenjang tersebut dan tidak bisa dijawab dengan baik.
Dari video tersebut terdapat banyak komentar yang mengindikasikan dampak gawai, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar pembelajaran (individu siswa yang banyak terpapar penggunaan gawai dalam setiap aktivitas)
Dari beberapa kasus di atas, perdebatan mengenai penggunaan gawai dalam pendidikan versus kembali ke sistem lama merupakan isu kompleks dengan berbagai sudut pandang.
Baca Juga: Kata Walid soal serial bidaah yang viral di berbagai negara karena adegan yang berani
Sistem lama dalam pengertian di sini adalah penggunaan teknologi yang minim, terutama tidak ada penggunaan gawai, serta sumber belajar utama adalah buku teks dan papan tulis.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sebuah video yang dibuatnya, menyatakan bahwa pembelajaran sebaiknya kembali pada sistem lama dengan menggunakan papan tulis dan kapur dengan aktivitas menulis untuk siswa, bahkan adanya statement guru selayaknya melaksanakan pembelajaran di kelas tanpa menggunakan gawai.
Kondisi lainnya dikabarkan salah satu negara maju kembali pada sistem pembelajaran lama. Hal ini mengindikasikan bahwa apakah gawai menjadi kontra produktif dalam kegiatan pembelajaran kita?9
Kondisi ini perlu disikapi dengan sebaik-baiknya, terutama oleh para pendidik. Memang selalu ada positif dan negatif dalam setiap hal. Sikap bijaksana dalam hal ini sangat dibutuhkan.
Semua mengetahui dan menyadari ada dapak positif dan pula ada dampak negatif penggunaan gawai, terutama dalam aktivitas anak secara pribadi maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.
Perlu diingat, gawai memberikan akses informasi yang luas, memungkinkan akses cepat dan mudah ke berbagai sumber informasi, bahkan dapat memperkaya proses pembelajaran.
Sebagai penunjang penggunaan gawai, sumber belajar digital seperti e-book, video pembelajaran, dan aplikasi edukasi dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
Aplikasi dan platform pembelajaran adaptif dapat menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan gaya belajar individu siswa yang dapat memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.
Artikel Terkait
Kunci bahagia anak mengikuti pembelajaran di sekolah
Orang tua perlu tahu, ini 8 tips agar anak menyukai pembelajaran di museum
Pembelajaran Ramadan tuai pro-kontra, ternyata libur saat puasa sudah ada sejak zaman penjajahan
Konsep pembelajaran Ramadan hampir selesai, surat edaran segera diumumkan, siswa sekolah dipastikan tidak libur
Pembelajaran Ramadan 2025 sudah diumumkan, begini detail aturan untuk siswa muslim dan non muslim selama bulan puasa
ESAI: Kabupaten Subang dan kepemimpinan kaum muda, antara harapan dan tantangan
ESAI: Kembali pada stereotip warisan pada penjurusan IPA IPS di SMA