ESAI: Menakar penggunaan gawai atau kembali kepada sistem pembelajaran lama

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 16 April 2025 | 11:33 WIB
Ucu, S.S, Pemerhati Pendidikan dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang
Ucu, S.S, Pemerhati Pendidikan dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang

Sempat viral sebuah video yang menampilkan siswa SMA/SMK tidak bisa menjawab soal perkalian serta pada video lainnya beberapa pertanyaan pengetahuan umum yang diajarkan pada jenjang tersebut dan tidak bisa dijawab dengan baik.

Dari video tersebut terdapat banyak komentar yang mengindikasikan dampak gawai, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar pembelajaran (individu siswa yang banyak terpapar penggunaan gawai dalam setiap aktivitas)

Dari beberapa kasus di atas, perdebatan mengenai penggunaan gawai dalam pendidikan versus kembali ke sistem lama merupakan isu kompleks dengan berbagai sudut pandang.

Baca Juga: Kata Walid soal serial bidaah yang viral di berbagai negara karena adegan yang berani

Sistem lama dalam pengertian di sini adalah penggunaan teknologi yang minim, terutama tidak ada penggunaan gawai, serta sumber belajar utama adalah buku teks dan papan tulis.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sebuah video yang dibuatnya, menyatakan bahwa pembelajaran sebaiknya kembali pada sistem lama dengan menggunakan papan tulis dan kapur dengan aktivitas menulis untuk siswa, bahkan adanya statement guru selayaknya melaksanakan pembelajaran di kelas tanpa menggunakan gawai.

Kondisi lainnya dikabarkan salah satu negara maju kembali pada sistem pembelajaran lama. Hal ini mengindikasikan bahwa apakah gawai menjadi kontra produktif dalam kegiatan pembelajaran kita?9

Kondisi ini perlu disikapi dengan sebaik-baiknya, terutama oleh para pendidik. Memang selalu ada positif dan negatif dalam setiap hal. Sikap bijaksana dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Kilas balik momen Titiek Puspa ketemu Jokowi, seniman yang kini wafat itu pernah ingatkan soal budi pekerti

Semua mengetahui dan menyadari ada dapak positif dan pula ada dampak negatif penggunaan gawai, terutama dalam aktivitas anak secara pribadi maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.

Perlu diingat, gawai memberikan akses informasi yang luas, memungkinkan akses cepat dan mudah ke berbagai sumber informasi, bahkan dapat memperkaya proses pembelajaran.

Sebagai penunjang penggunaan gawai, sumber belajar digital seperti e-book, video pembelajaran, dan aplikasi edukasi dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.

Aplikasi dan platform pembelajaran adaptif dapat menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan gaya belajar individu siswa yang dapat memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.

Baca Juga: Pemeran Walid akui soal tokohnya yang viral dalam serial bidaah, bongkar tentang adegan ‘menantang’ yang dilakukannya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X