Viral supplier curhat alasan menolak kerja sama SPPG: Dari minta harga rendah hingga nota kosongan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 15 Juni 2026 | 14:34 WIB
Ramai curhatan supplier yang menolak menyuplai MBG karena permintaan SPPG menurunkan harga (Threads/itsme_ndhenk - suburbdweller)
Ramai curhatan supplier yang menolak menyuplai MBG karena permintaan SPPG menurunkan harga (Threads/itsme_ndhenk - suburbdweller)

GENMILENIAL.ID – Sejumlah supplier ramai-ramai mengaku menolak untuk menyuplai kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Curhatan tersebut viral di media sosial, khususnya dalam utas yang beredar di platform Threads.

Para supplier mengungkap berbagai alasan penolakan, mulai dari permintaan penurunan harga hingga dugaan praktik permintaan nota kosong.

Isu ini pun menjadi sorotan warganet karena menyangkut distribusi bahan makanan dalam program MBG yang tengah berjalan di sejumlah daerah.

Baca Juga: BTN Jakim 2026 disorot, tim medis disebut minim hingga pelari ikut jadi penolong

Permintaan turunkan harga jadi sorotan

Dalam unggahan akun Threads @itsme_ndhenk pada Minggu, 14 Juni 2026, terlihat banyak supplier yang mengaku keberatan dengan permintaan harga dari pihak SPPG.

Salah satu di antaranya diungkap oleh akun @__soffit yang menjual roti burger mini.

“Roti burger mini sudah harga seribun masih dinego juga. Roti bungkus pabrik aja minimal Rp2.000, masa saya UMKM disuruh jualan di bawah Rp1.000?” tulis akun @__soffit.

Keluhan serupa juga disampaikan akun @niedasabila yang menyebut pedagang di pasar memilih tidak ikut menyuplai kebutuhan MBG.

Baca Juga: Viral 326 kepsek di Sulsel dikabarkan mundur usai temuan BPK, dipicu masalah kelola dana BOS

“Kemarin ke pasar, tukang tempe dan buah curhat ogah menyuplai dapur MBG, alasannya harga minta murah tapi spek minta grade A+++++,” tulisnya.

“Misal dia biasa jual ecer Rp5.000, dia ngasih penawaran Rp4.500 apa Rp4.000 karena partai besar. SPPG maunya harga Rp2.000. Jangankan untung, balik modal aja ngga dihargain segitu. Itu bukan support pedagang dan UMKM lokal, itu namanya nyekek,” tambahnya.

Dugaan penggunaan bahan sisa sortiran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X