ESAI: Peran strategis LAZ dalam memajukan pendidikan

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 28 Januari 2025 | 18:34 WIB
Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan
Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan

Baca Juga: Ramai kasus bule Jerman bos Parq Ubud di Bali, kuasai 34 SHM hingga dihuni banyak warga Rusia

Adapun kehadiran Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikelola oleh pemerintah ataupun masyarakat sejatinya mampu memberikan solusi atas permasalahan tersebut apabila benar–benar dikelola secara profesional.

Lembaga–lembaga penghimpun dana zakat, infaq dan shadaqah tersebut memiliki peran yang sangat strategis untuk membantu lembaga pendidikan dalam menjalankan fungsinya.

Sebagaimana kita ketahui, zakat tidak hanya berfungsi untuk membantu kaum dhuafa, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendanai pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.

Lembaga amil zakat dapat menghimpun dana zakat dari masyarakat dan menyalurkannya kepada program pendidikan yang tepat sasaran.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional pastikan Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di bulan Ramadhan

Dengan cara ini, mereka yang memiliki keterbatasan biaya dapat tetap memperoleh akses pendidikan secara layak.

Dalam hal ini, lembaga amil zakat dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga pendidikan guna menciptakan program yang bermanfaat bagimasyarakat.

Selain memberikan bantuan langsung kepada individu, lembaga amil zakat juga bisa memainkan peran dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.

Lembaga amil zakat dapat mendirikan sekolah, membangun infrastruktur pendidikan, dan memberikan pelatihan kepada guru-guru agar pendidikan yang diberikan lebih berkualitas.

Baca Juga: Pelaku mutilasi koper merah Ngawi yang ditangkap adalah suami siri, terungkap korban dihabisi di salah satu hotel di Kediri

Bukan hanya itu, lembaga amil zakat juga dapat berperan dalam proses edukasi kepada masyarakat seperti kegiatan Parenting melalui sama dengan pihak sekolah.

Peran lembaga amil zakat tidak berhenti sampai disitu, lembaga amil zakat juga memiliki peran dalam memberikan pendidikan keagamaan yang baik kepada peserta didik dan orangtuanya.

Pendidikan agama yang kuat akan membentuk karakter siswa agar mereka menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, serta empati yang tinggi.

Selain itu, pendidikan agama yang diberikan secara menyeluruh akan membantu mereka memahami kewajiban berzakat, yang pada gilirannya akan mendorong kesadaran untuk berbagi dengan sesama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X