Dengan demikian, setiap sekolah akan memiliki siswa unggulan yang diharapkan mampu membagi pengalaman serta prestasinya dengan rekan-rekannya di kelasnya.
Dengan begitu, kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi siswa pun akan benar-benar terasah.
Keempat, dengan diberlakukannya PPDB sistem zonasi, pemerintah sejatinya ingin lebih mendekatkan akses sekolah kepada masyarakat.
Artinya, anak tidak perlu menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa menikmati bangku sekolah.
Jika hal ini benar-benar terealisasi, akan banyak keuntungan yang diperoleh. Mulai dari berkurangnya polusi udara, sampai dengan menurunnya biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua untuk keperluan ongkos anaknya.
Dari pemaparan di atas, penulis berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan memberlakukan sistem zonasi dalam proses PPDB merupakan kebijakan yang tepat dan perlu dipertahankan.
Namun demikian, kebijakan tersebut tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat.
Oleh karenanya, dibutuhkan pengertian dan partisipasi dari masyarakat dalam menyukseskan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah.
Adapun kejujuran orangtua selama proses PPDB merupakan hal yang sangat menentukan kesuksesan program pemerintah ini.
Menyerahkan dokumen-persyaratan yang sesuai dengan fakta adalah salah satu bentuk dukungan orangtua terhadap dunia pendidikan.
Dengan demikian, pemerataan kualitas pendidikan sebagaimana yang diharapkan pun dapat benar-benar terwujud.
Ramdan Hamdani, Founder Wahana Edu Institute
Artikel Terkait
ESAI : PPDB Sistem zonasi dan fenomena ‘Nyaah Dulang’
Paripurna DPRD, Sekda Subang sampaikan tanggapan Bupati atas Pandangan Fraksi-fraksi terhadap KUA-PPAS TA 2025 dan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan
ESAI : Peran konten media sosial dalam sampaikan pesan kemanusiaan
ESAI : Pilkada Subang, diantara tantangan dan harapan, kita butuh pemimpin yang progresif
Menimbang nasib Kurikulum Merdeka, ini yang dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Menilik langkah Kemendikdasmen dalam membenahi dunia pendidikan
Anak kelas 4 SD bakal belajar coding? Mendikdasmen ungkap 3 pendekatan baru ini demi ubah kurikulum pendidikan di Indonesia