Baca Juga: PT Dahana berikan fasilas usaha mesin jahit bagi alumninya untuk kembangkan usaha
Pertama, sistem zonasi yang diterapkan dalam proses PPDB bukanlah kebijakan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah melalui kajian yang sangat matang.
Adapun yang menjadi tujuan utama dari diberlakukannya kebijakan tersebut adalah terwujudnya pemerataan mutu pendidikan di seluruh lembaga pendidikan (sekolah).
Melalui sistem zonasi, pemerintah mendorong seluruh sekolah untuk meningkatkan kualitas layanannya sehingga mampu menjadi sekolah favorit bagi warga di sekitarnya.
Dengan demikian, adanya anggapan bahwa sistem zonasi menghalangi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan terbaik menjadi tidak relevan.
Kedua, peningkatan mutu layanan sekolah bukanlah semata-mata tanggungjawab pihak manajemen sekolah maupun pemerintah.
Maju atau tidaknya sekolah juga ditentukan oleh sejauh mana partisipasi orangtua dalam menyukseskan program-program yang dicanangkan oleh sekolah.
Maka dari itu, masukan dan bantuan berupa tenaga, pikiran, bahkan dana dari para orangtua sangatlah diharapkan.
Artinya, sangat tidak bijak apabila kita ingin mendapatkan layanan yang terbaik dari sekolah sementara kita sendiri hanya berdiam diri dan tidak memberikan sumbangsih yang berarti.
Ketiga, adanya pergeseran paradigma pembelajaran di abad 21 yang perlu dipahami oleh orangtua.
Diberlakukannya Kurikulum 2013 sejak beberapa tahun silam sejatinya dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan hadirnya sebuah konsep pembelajaran yang mampu memberikan bekal kepada generasi saat ini untuk menjawab berbagai tantangan di masa yang akan datang.
Adapun kemampuan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis serta bertindak kreatif atau yang lebih dikenal dengan istilah 4C (communication, collaboration, critical thinking and creativity) menjadi modal dasar bagi mereka yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah untuk mampu menghadapi persaingan global.
Dalam konteks PPDB dengan sistem zonasi, siswa yang memiliki prestasi sangat baik di sekolah sebelumnya diharapkan tidak hanya berkumpul pada satu sekolah saja, melainkan disebar ke seluruh sekolah.
Artikel Terkait
ESAI : PPDB Sistem zonasi dan fenomena ‘Nyaah Dulang’
Paripurna DPRD, Sekda Subang sampaikan tanggapan Bupati atas Pandangan Fraksi-fraksi terhadap KUA-PPAS TA 2025 dan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan
ESAI : Peran konten media sosial dalam sampaikan pesan kemanusiaan
ESAI : Pilkada Subang, diantara tantangan dan harapan, kita butuh pemimpin yang progresif
Menimbang nasib Kurikulum Merdeka, ini yang dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Menilik langkah Kemendikdasmen dalam membenahi dunia pendidikan
Anak kelas 4 SD bakal belajar coding? Mendikdasmen ungkap 3 pendekatan baru ini demi ubah kurikulum pendidikan di Indonesia