Terpilihnya Abdul Mukti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dinilai dapat membawa angin segar bagi dunia pendidikan.
Prinsip 'the right man on the right place' nampaknya benar-benar diimplementasikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam mengisi kabinetnya.
Latar belakang Abdul Mukti yang akrab dunia pendidikan dinilai sangat cocok untuk memimpin kementerian yang bertugas untuk melahirkan SDM unggul berdaya saing tinggi itu.
Tak heran apabila masyarakat serta kalangan pendidikan pun menaruh harapan besar akan lahirnya sistem pendidikan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat Indonesia.
Satu hal yang cukup mendapatkan perhatian masyarakat umum adalah perihal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi.
Sebagian masyarakat menilai, sistem zonasi telah merampas hak anak mereka untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik.
Kebijakan tersebut dianggap telah menghalangi anak mereka untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkannya sekalipun anaknya memiliki prestasi akademik dan non akademik yang sangat baik.
Penerapan sistem zonasi dipandang sebagai bentuk perampasan hak warga untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik.
Baca Juga: Di hadapan pimpinan negara G20, Prabowo kembali suarakan perdamaian Palestina
Masyarakat pun menghimbau kepada pihak terkait untuk menerapkan kebijakan tersebut apabila seluruh sekolah telah benar-benar memiliki standar yang relatif sama dalam hal sarana, prasarana maupun tenaga pengajarnya.
Menyikapi masukan dari masyarakat tersebut, Abdul Mukti pun berjanji akan melalukan evaluasi serta kajian lebih mendalam terkait berbagai kebijakan yang berlaku saat ini.
Mulai dari PPDB sistem zonasi, keberlanjutan Kurikulum Merdeka, sampai dengan kemungkinan diberlakukannya kembali Ujian Nasional (UN).
Dari alasan-alasan yang dipaparkan oleh orangtua tersebut, ada beberapa hal yang menjadi catatan penulis.
Artikel Terkait
ESAI : PPDB Sistem zonasi dan fenomena ‘Nyaah Dulang’
Paripurna DPRD, Sekda Subang sampaikan tanggapan Bupati atas Pandangan Fraksi-fraksi terhadap KUA-PPAS TA 2025 dan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan
ESAI : Peran konten media sosial dalam sampaikan pesan kemanusiaan
ESAI : Pilkada Subang, diantara tantangan dan harapan, kita butuh pemimpin yang progresif
Menimbang nasib Kurikulum Merdeka, ini yang dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Menilik langkah Kemendikdasmen dalam membenahi dunia pendidikan
Anak kelas 4 SD bakal belajar coding? Mendikdasmen ungkap 3 pendekatan baru ini demi ubah kurikulum pendidikan di Indonesia