ESAI : Merayu Cina dan Korea

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 3 Juli 2024 | 16:13 WIB
Lukman Nurhakim, Dirut Perumda TRS (kedua dari kiri)
Lukman Nurhakim, Dirut Perumda TRS (kedua dari kiri)

Baca Juga: Jelang babak kualifikasi, PDBI Subang gelar kejuaraan PDBI Marching Competition 2024 

Sebenarnya kami sadar, untuk kepuasan pelanggan, apapun harus dilakukan. Tapi secara bisnis, keuangan kami bisa bleeding. Berdarah-darah.

Cari alternatif lain

Kami diskusikan juga persoalan ini dengan perusahaan K-Water dan China Harbour saat berkunjung ke Cibulakan. Keduanya menjanjikan bisa mencarikan teknologi tepat guna. K-Water malah menjanjikan hibah teknologi.

“Masalah ini tidak rumit. Kami bisa berikan hibah teknologi. Kami juga berikan hibah pengolahan air bersih di IKN. Senilai Rp 300 miliar. Itu hibah terbesar kami kepada Indonesia,” kata perwakilan K-Water.

Perwakilan China Harbour juga sudah meminta data spesifikasi kondisi kekeruhan di Cibulakan. Katanya lagi mencarikan teknologi yang tepat. Business development UES-China Harbour, Mrs. Ming, malah ngajak melihat aktivitas galian C di kawasan Cijambe itu.

Baca Juga: 7 Tips menjaga pot bunga tetap subur di halaman rumah

Kami hanya ajak melihat dari kejauhan. Baginya, masalah ini sederhana dibanding pengalamannya mengolah air limbah di Singapura. Ia pun turut prihatin dengan kondisi tersebut. 

“Bukan hanya persoalan bisnis, jika Anda bantu kami, ribuan warga akan berterimakasih. Anda menjadi bagian dari sejarah perbaikan kesehatan warga Subang,” demikian saya sampaikan kepada mereka. 

Obrolan dengan Mrs. Ming bergeser ke masalah kuliner, saat menikmati ikan bakar khas RM Abah Cijambe. 
Kami sudah merayu. Bantu kami berdoa.

Lukman Nurhakim, Dirut Perumda TRS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X