Baca Juga: Rayakan Hari Bhayangkara ke-78, Kapolres Subang gelar syukuran di Aula Pemkab Subang
Mata air yang digunakan Perumda TRS sudah melalui kajian. Tidak mungkin mengering dalam waktu 10 atau 20 tahun lagi. Kecuali ada kerusakan alam yang ekstrem.
Sebelum menentukan mengambil sumber air, kami harus dilakukan riset dan pengukuran debit. Diukur saat musim hujan dan saat musim kemarau. Begitu juga saat kami menentukan sungai yang akan dijadikan sumber air baku.
Itu sebabnya tidak semua mata air atau sungai layak digunakan untuk pelayanan Perumda TRS. Sebab air hasil olahan Perumda harus sesuai standar yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Tidak cukup jernih, juga harus bebas dari kandungan berbahaya. Harus dibubuhkan kaporit.
Karena mengandung kaporit itu pula, ada masyarakat yang menolak berlangganan Perumda, padahal itu syarat mutlak. Sebab kaporit bisa membunuh virus, bakteri dan algae.
Tapi kami pun menyadari, pelanggan banyak menerima air dengan kondisi keruh. Terutama di wilayah yang bersumber dari mata air Cibulakan yang melayani Cijambe, Kota Subang dan Cibogo.
Itu PR berat. Sudah lama tidak terpecahkan. Saat hujan deras, sumber air dari Cibulakan keruh. Kami menduga karena resapan air sudah terpengaruh aktivitas galian batu. Tapi, kami belum punya bukti hasil riset. Baru menduga.
Sebab, menurut para pensiunan dan pegawai senior Perumda TRS, sebelum ada akvitas galian batu, mata air lebih jernih.
Tidak pernah seperti saat ini. Saat kekeruhan ekstrem dengan kekeruhan di antas 100 NTU, sand filter dan koagulan untuk menjernihkan air tidak bekerja efektif.
Baca Juga: Peluang bisnis, ini 8 jenis bisnis minuman yang bisa menangkan hati konsumen
Jika sudah begitu, pendistribusian air harus dihentikan. Dilakukan backwash agar air kembali jernih. Saat begini, pelanggan rugi. Kami juga rugi.
Kami sudah sampaikan kondisi ini ke beberapa perusahaan Korea dan Singapura. Barangkali mereka bisa membantu.
Ada satu perusahaan Korea yang punya teknologi nano-bubble. Sudah diujicoba. Hasilnya bagus. Sangat bagus. Kekeruhan bisa sampai 0,5 NTU. Seperti air AMDK, sangat jernih.
Tapi kami harus beli teknologi itu. Harga pokoknya saja Rp 5 miliar. Belum termasuk pajak, biaya instalasi, biaya pengiriman dan upah tenaga ahli dari Korea. Mungkin bisa sampai Rp 6 miliar. Kami tarik nafas. Berat.
Artikel Terkait
ESAI : Spirit Sumpah Pemuda dan persiapan pemilu serentak 2024
Dampak kekeringan akibat musim kemarau, PT Dahana berikan bantuan sarana air bersih untuk warga Cikareo Subang
ESAI : Tingkat perceraian makin tinggi, apa penyebabnya?
Selain segar, ini 6 manfaat minum air kelapa muda bagi kesehatan
BUMD Subang, Perumda TRS berhasil menjadi juara 1 Investment Challenge Tingkat Jawa Barat
Peluang bisnis, ini 8 jenis bisnis minuman yang bisa menangkan hati konsumen
Dapat penghargaan dari Pj. Gubernur Jabar, Perumda TRS Subang tengah proses penjajakan dengan para investor untuk proyek SPAM Pelabuhan Patimban