Guru dan tenaga kependidikan yang terjerat dan dikejar-kejar oleh tagihan pinjol tentunya tidak akan bisa tenang dan fokus dalam bekerja.
Dampaknya, motivasi kerja menurun. Akibatnya, peserta didik bisa jadi korban. Dengan demikian, sekolah yang ramah guru dan tenaga kependidikan bukan hanya diciptakan oleh pemerintah, yayasan, dan pimpinan sekolah, tetapi juga oleh dirinya sendiri.
Mereka harus memiliki semangat kebersamaan dan kekeluargaan, memiliki semangat dan kepedulian terhadap penataan lingkungan sekolah agar sekolah ramah bagi mereka dapat terwujud.
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan
Artikel Terkait
ESAI : Gempita sejarah sastra Indonesia, menggali kejayaan dan inovasi literatur tanah air
ESAI : Independensi jurnalis, pilar penting demokrasi dalam membangun ruang publik yang sehat
ESAI : Peran penting pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Setelah lulus guru penggerak, kok jadi sombong?