ESAI : Sekolah ramah guru dan tenaga kependidikan

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 8 Mei 2024 | 12:08 WIB
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan

Baca Juga: Labuhkan diri ke Partai Nasdem, Ujang Sutrisna sebut bahwa dirinya sudah terbangun kemistri sejak lama dengan Mang Eef

Guru dan tenaga kependidikan yang terjerat dan dikejar-kejar oleh tagihan pinjol tentunya tidak akan bisa tenang dan fokus dalam bekerja. 

Dampaknya, motivasi kerja menurun. Akibatnya, peserta didik bisa jadi korban. Dengan demikian, sekolah yang ramah guru dan tenaga kependidikan bukan hanya diciptakan oleh pemerintah, yayasan, dan pimpinan sekolah, tetapi juga oleh dirinya sendiri. 

Mereka harus memiliki semangat kebersamaan dan kekeluargaan, memiliki semangat dan kepedulian terhadap penataan lingkungan sekolah agar sekolah ramah bagi mereka dapat terwujud.

Idris Apandi, Praktisi Pendidikan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X