news

RSIJ beberkan kondisi terduga pelaku hingga 13 korban yang masih dirawat imbas ledakan di SMAN 72 Jakarta

Kamis, 13 November 2025 | 03:35 WIB
Menyoroti kondisi terkini terduga pelaku hingga para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta (Dok. Polri)

GENMILENIAL.ID – Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih membeberkan perkembangan kondisi para korban dan terduga pelaku dalam insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara.

Insiden tersebut diketahui terjadi pada Jumat, 7 November 2025 siang, dan hingga Senin, 10 November 2025, sebanyak 13 korban masih dirawat di rumah sakit tersebut dari total 96 orang yang terdampak.

Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Pradono Handojo, menyebut kondisi seluruh pasien yang dirawat, termasuk terduga pelaku, kini berangsur membaik.

Baca Juga: Rhenald Kasali soroti proyek mangkrak di RI, bandingkan dengan infrastruktur jumbo di China: Dulu dibangun untuk 20 tahun ke depan

“Yang dirawat di ruang rawat inap ada 11 orang, satu di High Care Unit (HCU), dan satu lagi di Intensive Care Unit (ICU). Dua pasien di HCU dan ICU kondisinya stabil, tapi belum bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa,” ujar Pradono kepada awak media di RSIJ, Jakarta, Senin 10 November 2025. 

Pradono menambahkan, pasien di ruang rawat inap kemungkinan besar dapat pulang dalam tiga hingga lima hari ke depan, tergantung hasil evaluasi tim dokter.

“Alhamdulillah, dikabarkan nanti sore sudah ada satu pasien yang bisa pulang. Secara umum kondisinya membaik secara bertahap,” jelasnya.

Terkait kondisi terduga pelaku, Pradono menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membuka informasi detail medis kepada publik.

Baca Juga: Raker dengan DPR, BGN minta tambahan anggaran Rp28,63 triliun untuk program MBG hingga akhir 2025

“Kami memberikan perawatan kepada semua korban, termasuk terduga pelaku. Namun, kami tidak diotorisasikan untuk menyampaikan lebih jauh karena yang bersangkutan masih dalam proses penyelidikan dan menjadi kewenangan Polri,” katanya.

Meski begitu, Pradono memastikan bahwa seluruh pasien, termasuk pelaku, kini dalam kondisi stabil dan membaik.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kegiatan belajar di SMAN 72 Jakarta sudah kembali berjalan secara daring pada Senin, 10 November 2025, sebelum nantinya dievaluasi untuk kembali ke pembelajaran tatap muka pada 17 November 2025.

Baca Juga: ESAI : Kode etik jurnalistik, pilar etika, kebenaran, dan tanggung jawab wartawan di era digital

Densus 88 temukan 7 peledak

Halaman:

Tags

Terkini