Jenguk korban ledakan SMAN 72, Mensos Gus Ipul: Pemerintah siapkan rehabilitasi dan trauma healing

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 10 November 2025 | 19:45 WIB
Tangkapan layar - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut pemerintah akan menanggung biaya perawatan medis korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading (YouTube/KementerianSosialRI)
Tangkapan layar - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut pemerintah akan menanggung biaya perawatan medis korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading (YouTube/KementerianSosialRI)

 

GENMILENIAL.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjenguk para korban ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang masih menjalani perawatan di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 8 November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan bahwa sebagian besar korban masih mengalami trauma akibat peristiwa ledakan.

“Trauma masih ada, nampak sekali dari ekspresi mereka,” ujar Gus Ipul kepada awak media.

Meski begitu, Gus Ipul menilai para siswa menunjukkan semangat tinggi untuk segera pulih dan kembali beraktivitas.

Baca Juga: Eks Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia di usia 72 tahun, ini rekam jejak dan perjalanan kariernya

“Dari hasil dialog saya dengan dokter, anak-anak punya semangat kuat untuk sembuh,” imbuhnya.

Pemerintah tanggung biaya dan siapkan rehabilitasi

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

Selain itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan program perlindungan sosial dan rehabilitasi pasca-insiden, baik secara medis maupun sosial.

“Ada tiga hal yang kita siapkan. Pertama, perlindungan dan jaminan sosial, termasuk biaya pengobatan yang pasti dibantu pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga: Kapolri pastikan terduga pelaku ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta adalah siswa, polisi dalami motif dan paparan ideologi

“Kedua, rehabilitasi medis dan sosial agar korban benar-benar pulih,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa korban belum bisa menjelaskan kronologi kejadian karena masih dalam kondisi syok.

“Sebagian masih kaget, hanya sempat menyelamatkan diri tanpa tahu detail kejadian,” tutur Gus Ipul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X