Pascaledakan di SMAN 72 Jakarta: Sekolah kembali dibuka, polisi dan Kementerian PPPA pastikan aman untuk belajar

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 11 November 2025 | 16:56 WIB
Polisi dan Kementerian PPPA pastikan kondisi aman untuk aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta dimulai lagi (Instagram/sma72jakarta)
Polisi dan Kementerian PPPA pastikan kondisi aman untuk aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta dimulai lagi (Instagram/sma72jakarta)

GENMILENIAL.ID — Aktivitas belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta kembali berlangsung pada Senin, 10 November 2025, usai insiden ledakan yang terjadi di area masjid sekolah pada Jumat 7 November 2025. 

Sejumlah pihak, mulai dari Polres Metro Jakarta Utara, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan kondisi sekolah telah aman untuk digunakan kembali.

Sebelum pembelajaran dimulai, pihak kepolisian bersama pengelola sekolah melakukan pembersihan area terdampak, melepas garis polisi, serta pengecatan ulang dinding yang rusak akibat ledakan.

Baca Juga: Jusuf Kalla ungkap modus mafia tanah: Rekayasa hukum hingga pemalsuan dokumen di Makassar

“Kami lakukan penggantian dan pengecatan pada dinding-dinding yang kemarin terdampak agar pada hari Senin, saat anak-anak mulai belajar, suasananya sudah kembali seperti semula,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra, saat meninjau sekolah, Minggu 9 November 2025. 

Menurut Ari, langkah itu juga bertujuan untuk mengurangi trauma siswa pasca insiden.

“Kami ingin memastikan tidak menimbulkan bayangan-bayangan trauma seperti yang terjadi pada hari Jumat,” imbuhnya.

Baca Juga: IFG peringati Hari Pahlawan 2025, tanamkan nilai kepahlawanan dalam transformasi perusahaan

Kementerian PPPA pastikan sekolah aman dan siswa didampingi

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, yang meninjau langsung lokasi sehari sebelumnya, menyebut kegiatan belajar di SMAN 72 Jakarta telah berjalan kembali dengan kondisi aman.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan normal kembali,” kata Arifah, Sabtu 8 November 2025.

Ia menegaskan, selain memastikan keamanan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan psikologis siswa dan guru yang terdampak.

Baca Juga: ICW: KPK bangkit lagi, penindakan korupsi era Prabowo kini lebih gencar

“Anak-anak di sekolah ini juga perlu perlindungan dan pemulihan agar memori buruk dari peristiwa itu tidak mengganggu kegiatan belajar,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X