70 Titik api masih membara di Gunung Arjuno-Welirang, kebakaran meluas hingga Kota Batu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:08 WIB
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Puluhan titik api masih terdeteksi (Threads/@jeany.angela)
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Puluhan titik api masih terdeteksi (Threads/@jeany.angela)

Baca Juga: Krisdayanti gugat perusahaan asuransi Allianz, ini fakta perkara di PN Jaksel

Penanganan dilakukan melalui jalur darat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari polisi hutan (Polhut), Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan dan masyarakat.

Petugas dan relawan bergerak dari sejumlah titik untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan metode gepyok serta pembuatan sekat bakar untuk menghambat pergerakan api.

"Ini teman-teman sudah naik dari beberapa titik, sama masyarakat dan relawan untuk melakukan penanganan baik memadamkan dengan gepyok hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api yang sulit dijangkau meluas," ujar Tyas.

Baca Juga: Krisdayanti gugat Allianz Rp1,5 miliar, dua perkara asuransi lain juga tercatat di PN Jakarta Selatan

Pemadaman Gunung Arjuno-Welirang utamakan keselamatan personel

Tyas menjelaskan, banyak personel dan relawan yang ingin terlibat langsung dalam penanganan karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.

Namun, jumlah orang yang diperbolehkan naik ke lokasi perlu dibatasi dengan mempertimbangkan kondisi medan dan risiko keselamatan.

Menurutnya, keterlibatan personel tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga yang tersedia.

Kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi kebakaran di kawasan pegunungan juga menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga: Krisdayanti gugat Allianz Rp1,5 miliar, dua perkara asuransi lain juga tercatat di PN Jakarta Selatan

Ia menyebut terdapat puluhan personel yang bergerak dari sejumlah titik untuk membantu pemadaman.

Ada kelompok yang berangkat dengan sekitar 30 orang, sementara kelompok lainnya mencapai 50 personel.

"Banyak personel yang ikut, ada yang 30 orang berangkat dari satu titik, ada yang 50 personel dari titik lain. Kalau terkait tenaga personel sebenarnya banyak dan semangatnya memang ada, cuman skill atau kemampuan perlu diperhatikan karena khawatir seperti kejadian di Bromo," terang Tyas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X