GENMILENIAL.ID – Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru honorer atau non-ASN mulai dicairkan secara bertahap pada pekan ketiga Oktober 2026 setelah mengalami keterlambatan selama beberapa bulan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa sebagian guru non-ASN telah menerima pembayaran.
Sementara itu, guru lainnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi pencairan.
Informasi tersebut disampaikan Nunuk melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Baca Juga: Survei terbaru PPI: Kepuasan terhadap pemerintah Prabowo capai 65,4 persen
Dalam unggahan itu, ia mengabarkan bahwa pembayaran TPG bagi sejumlah guru non-ASN sudah mulai masuk pada pekan tersebut.
“Alhamdulillah, saya menerima kabar bahwa TPG guru Non-ASN sudah ada yang cair ya di minggu ini,” ujar Nunuk.
Pencairan TPG ditargetkan rampung pekan depan
Nunuk menjelaskan, dokumen Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) telah selesai diproses oleh kementerian.
Tahap berikutnya adalah penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Baca Juga: Amran unggul dari Teddy dan Erick Thohir, ini daftar pejabat dengan kinerja terbaik versi PPI
Proses tersebut sedang diupayakan agar penyaluran tunjangan kepada guru yang memenuhi persyaratan dapat berlangsung lebih cepat.
Nunuk menargetkan guru non-ASN yang telah memenuhi persyaratan pendataan dapat menerima TPG paling lambat pada pekan berikutnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa transfer tunjangan yang tertunda ditargetkan mulai dilakukan pekan depan. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan DPR.
Artikel Terkait
Tak hanya beasiswa dan tunjangan guru, inilah berbagai aspek yang dipangkas pada sektor pendidikan
Tunjangan guru naik 2026, Kang Rey fokus wujudkan pendidikan unggul di Subang
334 Siswa-guru di Agam Sumbar dilaporkan keracunan MBG, berasal dari 3 Nagari wilayah Palupuh
Diduga keracunan menu MBG basi, 137 siswa-guru SMAN 1 Tunjungan di Blora alami diare massal
Dedi Mulyadi soroti cara belajar matematika di Jabar: Guru harus ubah pola mengajar
Viral dugaan protes guru di Bogor soal cek aroma MBG: Kami pengajar, bukan tukang endus
Keluhan guru SD Takalar saat cicip menu MBG basi yang hendak dibagikan ke siswa: Gatal di mulut