• Selasa, 20 Oktober 2026

Viral lereng Gunung Lawu menyala merah, api karhutla mulai dekati jalur pendakian

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:38 WIB
Karhutla di lereng Gunung Lawu hingga membuat Pemkab Karanganyar naikkan status jadi tanggap darurat (Threads/zumaahmd)
Karhutla di lereng Gunung Lawu hingga membuat Pemkab Karanganyar naikkan status jadi tanggap darurat (Threads/zumaahmd)

Baca Juga: Kang Rey minta perangkat daerah perkuat transparansi informasi publik di Subang

“Tanggap darurat dimulai kemarin, tanggal 17 Oktober 2026, sampai dengan 14 hari ke depan,” imbuh Sugiharjo kepada awak media pada Senin, 19 Oktober 2026.

Penetapan status tersebut menjadi bagian dari penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan lereng Gunung Lawu.

Sementara itu, upaya pemadaman terus dilakukan untuk mengatasi kobaran api.

Water Bombing sempat tertunda karena cuaca

BPBD Karanganyar juga telah melakukan upaya pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air menggunakan pesawat.

Baca Juga: Heboh penggerebekan pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo, polisi: Dia eks napi teroris

Sugiharjo menjelaskan, upaya tersebut sempat tertunda akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Pemadaman melalui udara kemudian dapat dilakukan pada siang hari.

“Ada dua kali water bombing. Tadi awalnya ditunda karena cuacanya sangat tidak mendukung. Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB dilakukan water bombing,” kata Sugiharjo.

Meski upaya pemadaman telah dilakukan, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Kondisi medan yang terjal serta keterbatasan akses air menjadi tantangan dalam menjangkau titik-titik kebakaran.

Baca Juga: IHSG melonjak 5,65 persen ke 5.278,88, BEI siapkan pengeluaran 80 saham dari indeks

Medan terjal hambat pemadaman

Sugiharjo mengatakan lokasi kebakaran berada di kawasan lereng sehingga petugas harus berhati-hati saat melakukan penanganan. Keterbatasan akses air juga membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan.

“Lokasinya di lereng-lereng. Untuk mencapainya perlu kehati-hatian. Kita utamakan keselamatan karena air tidak bisa naik,” tutur Sugiharjo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X