GENMILENIAL.ID - Kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung dan penerimaan lain di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) masih bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
Empat di antaranya disebut memiliki kedekatan dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yakni Arif Sugiyanto (ARF), Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq (FEZ), Erwin (ERW), dan Muhammad Fakhry (MF).
Belakangan, belum diperiksanya Nusron Wahid dalam perkara tersebut mendapat sorotan dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Viral dugaan protes guru di Bogor soal cek aroma MBG: Kami pengajar, bukan tukang endus
Mahfud meminta KPK memperjelas posisi Menteri ATR/BPN tersebut dalam pengusutan kasus dugaan suap HGB Summarecon.
Terkini, KPK memberikan tanggapan atas sorotan tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa pemanggilan saksi dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidik.
KPK sebut pemanggilan saksi sesuai kebutuhan penyidik
Budi mengatakan seluruh proses penyidikan dalam perkara dugaan suap HGB Summarecon berjalan sesuai prosedur, termasuk dalam menentukan pihak yang akan dimintai keterangan.
"Yang pertama, tentu pemanggilan saksi semuanya bergantung pada kebutuhan penyidik, ya," kata Budi dalam keterangannya, Rabu, 22 September 2026.
Baca Juga: Viral dugaan pelecehan berkedok konten boneka di Surabaya, korban akhirnya speak up lewat medsos
KPK menyebut penyidik masih melakukan pengumpulan alat bukti tambahan dalam perkara tersebut.
Bukti yang dikumpulkan antara lain berupa dokumen dan barang bukti elektronik dari sejumlah lokasi yang sebelumnya telah digeledah.
Budi menjelaskan, bukti-bukti tersebut digunakan penyidik untuk memperkuat konstruksi perkara dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung dan penerimaan lain di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Artikel Terkait
Nusron Wahid: Penetapan tanah terlantar perlu proses 587 hari, tidak bisa diambil serta merta
Kasus sengketa tanah Jusuf Kalla, Menteri ATR BPN sebut momentum pembenahan sistem pertanahan
Siapa Gus Arif? Orang dekat Nusron Wahid yang diduga jadi pengepul duit pertanahan di ATR BPN
Gubernur Sherly ngeluh setahun urus tanah namun tak kunjung rampung, Wamen ATR BPN kena sindir
Nusron dan Raja Juli disorot, Agus Sulistriyono minta pemerintahan Prabowo jaga kepercayaan publik
Nusron Wahid ngaku tak tahu skandal HGB Summarecon di ATR BPN, tepis dugaan menghilang seperti jin
Jejak panjang kasus suap ATR BPN: Dari penggeledahan 3 ruang dirjen hingga kantor Summarecon Bogor