Kronologi penemuan jenazah Surakman di Pulau Enggano, ABK kapal 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB
Penemuan jenazah ABK kapal 5 jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi GAK (Instagram/kantorsar_banten)
Penemuan jenazah ABK kapal 5 jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi GAK (Instagram/kantorsar_banten)

GENMILENIAL.ID - Jenazah Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya teridentifikasi sebagai Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama dua ABK lainnya.

Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di dalam speedboat Arupadhatu 1 ketika kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026.

Saat kejadian, KM Arupadhatu 1 membawa lima jurnalis yang tengah melakukan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Dari limbah nanas hingga cegah stunting, ini inovasi yang bersinar di SIF 2026

Setelah sempat dinyatakan hilang, jenazah Surakman kemudian ditemukan di Pulau Enggano dan menjalani pemeriksaan untuk memastikan identitasnya.

Kepala Polda Banten Irjen Pol Hengky mengatakan hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri memastikan jenazah Mr. X tersebut merupakan Surakman.

Jenazah Mr. X ditemukan warga Pulau Enggano

Penemuan jenazah Surakman bermula dari informasi Kapolda Bengkulu kepada Polda Banten pada Sabtu, 12 September 2026.

Hengky menjelaskan jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat di Pulau Enggano. Temuan itu kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Baca Juga: 112 Inovasi masuk SIF 2026, Bapperida Subang siapkan fasilitasi HAKI untuk para pemenang

“Penemuan mayat di sana adalah masyarakat di Pulau Enggano sana, langsung berkoordinasi dengan Polsek terus ditindaklanjuti Kabid Dokkes Polda Bengkulu menginformasikan dan mengamankan jenazah tersebut,” jelas Hengky saat konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu, 23 September 2026.

Setelah diamankan, jenazah kemudian diterbangkan dari Pulau Enggano menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan DNA.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencocokkan identitas jenazah dengan data pembanding dari keluarga korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Baca Juga: Jelang bansos PKH-BPNT tahap 4, hindari 4 faktor perubahan data ini agar saldo tak gagal cair!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X