Skandal obral jabatan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Total 21 orang ditangkap, duit Rp2 miliar disita

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 29 Juli 2026 | 15:46 WIB
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro tersandung kasus dugaan jual-beli jabatan. Ternyata punya rekam jejak panjang di lingkungan BUMN (Instagram.com/@prokompimnews_pemalang)
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro tersandung kasus dugaan jual-beli jabatan. Ternyata punya rekam jejak panjang di lingkungan BUMN (Instagram.com/@prokompimnews_pemalang)

Baca Juga: Viral dugaan geng motor terlibat dalam tewasnya satpam Jatiluhur, polisi masih dalami bukti

Jejak pendidikan dan karier

Di tengah kasus yang menjeratnya, publik mulai menyoroti latar belakang dan perjalanan karier Anom Widiyantoro.

Ia diketahui menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Cimahi dan Bandung.

Anom kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Manajemen Keuangan dari Universitas Diponegoro pada 1996.

Ia juga menempuh pendidikan Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran Bandung pada 2005.

Baca Juga: BRI jadi motor utama program 3 juta rumah, kinerja KUR Perumahan diapresiasi pemerintah

Dalam perjalanan politiknya, Anom mulai menjabat sebagai Bupati Pemalang sejak 20 Februari 2025 bersama wakilnya, Nurkholes. Pasangan ini diusung oleh koalisi sejumlah partai politik.

Harta kekayaan dan karier di BUMN

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Juli 2026, Anom tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp21,3 miliar.

Jumlah tersebut tak lepas dari karier panjangnya di dunia korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ia diketahui pernah menempati berbagai posisi strategis, mulai dari staf ahli, auditor internal, hingga manajer keuangan.

Baca Juga: Estafet kepemimpinan Polres Subang berganti, AKBP Andi Purwanto resmi jabat Kapolres

Anom juga sempat menjabat sebagai general manajer di PT Wijaya Karya (WIKA) dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sejak 1996 hingga 2021.

Selain itu, ia pernah dipercaya menjadi Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Property (HIPA) pada periode 2021 hingga 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X