Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 22 Mei 2026 | 15:18 WIB
Menyoroti kondisi terkini para relawan WNI Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap otoritas militer Israel saat menuju Gaza (Instagram.com/@menluri)
Menyoroti kondisi terkini para relawan WNI Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap otoritas militer Israel saat menuju Gaza (Instagram.com/@menluri)

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus mengawal proses kepulangan sembilan WNI tersebut hingga tiba dengan selamat di Tanah Air.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan para relawan melalui sambungan video call untuk memastikan kondisi mereka.

Baca Juga: Ironi layanan kesehatan di RSUD Subang, warga miskin dibebani syarat administrasi panjang

“Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses pemulangan berjalan aman dan lancar.

Sorotan internasional dan situasi penahanan

Peristiwa ini turut menyita perhatian publik setelah beredarnya sejumlah video yang memperlihatkan kondisi para relawan saat berada dalam penahanan.

Salah satu figur politik Israel, Itamar Ben-Gvir, juga menjadi sorotan setelah terekam berada di lokasi penahanan yang memicu berbagai reaksi dari masyarakat internasional

Baca Juga: Pilu karyawan Alfamart usai wacana relokasi di Lombok Tengah: Biaya kos nggak cukup, jauh dari rumah

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah aktivis dalam kondisi terikat dan berada di bawah pengawasan ketat aparat keamanan, yang kemudian menambah perhatian publik terhadap situasi tersebut

Proses pemulangan berlanjut

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa proses pemulangan akan terus dikawal hingga para WNI kembali ke tanah air dengan selamat.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan dalam perjalanan mereka

Kasus ini menjadi pengingat bahwa misi kemanusiaan di wilayah konflik memiliki risiko tinggi, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X