Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB
Menyoroti viralnya video yang dibagikan Menhan Israel, Itamar Ben-Gvir terkait para relawan GSF yang sempat digeruduk di Perairan Siprus (X.com/@itamarbengvir)
Menyoroti viralnya video yang dibagikan Menhan Israel, Itamar Ben-Gvir terkait para relawan GSF yang sempat digeruduk di Perairan Siprus (X.com/@itamarbengvir)

GENMILENIAL.ID – Menteri Pertahanan Israel, Itamar Ben-Gvir, menuai kecaman luas dari publik internasional usai mengunggah video bernada olokan terhadap ratusan relawan kemanusiaan yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.

Unggahan di akun X resminya pada Kamis 21 Mei 2026 itu memperlihatkan dirinya berada di lokasi penahanan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF), yang sebelumnya dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus.

“Selamat datang di Israel,” tulis Itamar dalam unggahannya.

Baca Juga: Bupati Subang hadiri HUT ke-65 Bank BJB, Kang Rey dorong penguatan sinergi ekonomi daerah

Momen teriakan 'Palestina Merdeka'

Dalam video tersebut, suasana penahanan terlihat tegang. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah ketika seorang aktivis perempuan berteriak lantang 'Palestina merdeka!' di tengah tekanan aparat keamanan.

Teriakan itu menjadi simbol perlawanan di tengah situasi yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk intimidasi terhadap relawan kemanusiaan.

Tak hanya itu, sejumlah aktivis tampak dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung.

Baca Juga: Kebakaran besar di Kantor Bupati Bulungan Kaltara, ruang Bupati hingga Sekda hangus dilalap api

Sementara itu, Itamar terlihat melambaikan bendera Israel berukuran besar di dekat para relawan.

Pernyataannya dalam video juga memicu kemarahan publik.

“Selamat datang di Israel, kami adalah tuan,” ujarnya.

Situasi semakin menuai sorotan saat para aktivis terlihat berlutut di dek kapal ketika lagu kebangsaan Israel diputar, yang dinilai memperkuat kesan tekanan psikologis.

Baca Juga: Subang dikebut program UPLAND, Kementan dorong percepatan infrastruktur pertanian dataran tinggi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X