Relawan Indonesia ditahan militer Israel saat misi ke Gaza, Kedubes Palestina sebut pahlawan HAM

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 20 Mei 2026 | 22:58 WIB
Menyoroti insiden penangkapan relawan asal Indonesia oleh Militer Israel saat melakukan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina (Instagram.com/@indonesiago.id)
Menyoroti insiden penangkapan relawan asal Indonesia oleh Militer Israel saat melakukan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina (Instagram.com/@indonesiago.id)

GENMILENIAL.ID – Aksi penyergapan terhadap relawan kemanusiaan internasional, termasuk dari Indonesia, oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus menuai kecaman luas.

Insiden ini terjadi saat konvoi Global Sumud Flotilla dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial melalui video yang memperlihatkan pasukan Israel menaiki dan mengintersepsi kapal-kapal relawan.

Penyergapan dilaporkan terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar 70 mil laut atau 129 kilometer dari Pulau Siprus.

Baca Juga: Aksi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta soroti dugaan kekerasan seksual, tuntut transparansi kampus

Ratusan relawan dari puluhan negara

Dalam keterangan resminya pada Rabu, 20 Mei 2026, Global Sumud Flotilla menyebut bahwa misi kemanusiaan tersebut diikuti oleh 426 relawan dari 40 negara.

Peserta terbanyak berasal dari Turki dengan jumlah 96 orang. Selain itu, relawan juga datang dari berbagai negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Kanada, Pakistan, Mesir, Prancis, Australia, hingga Afrika Selatan.

Namun, dalam perjalanan tersebut, sekitar 10 kapal dari total 60 kapal dalam konvoi dilaporkan diserang dan diintersepsi oleh militer Israel.

Baca Juga: Usai polemik LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas bertemu

Dalam insiden ini, sebanyak 5 warga negara Indonesia (WNI) dikonfirmasi masih ditahan oleh otoritas militer Israel hingga saat ini.

Kecaman keras Kedubes Palestina

Menanggapi peristiwa tersebut, Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang dinilai melanggar hukum internasional.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah Alsattari, menegaskan bahwa para relawan yang berada dalam armada tersebut bukanlah pelaku kejahatan, melainkan pejuang kemanusiaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X