Dokter PPDS anestesi Unsrat meninggal dunia, ditemukan tak bernyawa di kamar kos usai absen saat jadwal jaga

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 7 Juli 2026 | 15:17 WIB
Ilustrasi - dokter PPDS Unsrat meninggal dunia diduga karena bunuh diri (Freepik/freepik)
Ilustrasi - dokter PPDS Unsrat meninggal dunia diduga karena bunuh diri (Freepik/freepik)

GENMILENIAL.ID – Kabar duka datang dari dunia kesehatan Indonesia. Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara, dilaporkan meninggal dunia.

Dokter tersebut diketahui bernama Adrian Rantung yang tengah menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Kabar meninggalnya dokter Adrian ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai perhatian luas dari kalangan tenaga kesehatan hingga masyarakat umum.

Baca Juga: Tak cukup klarifikasi, Menhut Raja Juli lapor ke KPK soal amplop dari Bupati Kuansing

Ditemukan tak bernyawa di kamar kos

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, dokter Adrian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kosnya.

Informasi tersebut salah satunya diunggah melalui pesan yang beredar di Instagram dan Threads. Disebutkan bahwa almarhum tidak hadir saat jadwal jaga pada Minggu, 5 Juli 2026.

Rekan sejawat yang curiga kemudian mendatangi kamar kosnya. Namun saat pintu diketuk tidak ada respons.

Setelah dilakukan pengecekan, dokter Adrian ditemukan telah meninggal dunia.

Baca Juga: Polisi tetapkan 14 tersangka baru kasus daycare Little Aresha, total kini 27 orang

Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa dokter Adrian merupakan PPDS semester awal yang diduga menghadapi tekanan selama masa pendidikan.

Beredar dugaan status whatsApp terakhir

Seiring kabar duka tersebut, turut beredar tangkapan layar yang diduga merupakan unggahan status WhatsApp terakhir milik dokter Adrian.

Unggahan tersebut berisi kutipan berbahasa Inggris dengan latar visual seseorang yang tampak tenggelam di air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X