Menkomdigi Meutya Hafid tegur Meta: Cepat hapus Palestina, tapi lemah tangani hoax dan judi online

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 6 Maret 2026 | 15:42 WIB
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI (Dok. Komdigi)
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI (Dok. Komdigi)

GENMILENIAL.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan peringatan keras kepada platform Meta terkait rendahnya kepatuhan dalam menangani konten negatif di Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Meutya saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke kantor operasional Meta di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.

Langkah itu diambil sebagai respons atas belum optimalnya penanganan berbagai konten bermasalah di platform Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Pemerintah menilai platform tersebut masih lambat dalam menindak konten berbahaya, termasuk judi online, disinformasi atau hoax, fitnah, serta ujaran kebencian yang kerap disebut sebagai konten DFK.

Baca Juga: Viral warga Aceh Tengah panic buying BBM, antrean SPBU mengular hingga bawa jeriken

"Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan," kata Meutya sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026.

"Tapi bagi hal-hal yang dinilai mengganggu di Indonesia, hoax terkait kesehatan dan pemerintahan, yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, itu kenapa lama?" sambungnya.

Isu Palestina dinilai cepat dihapus

Dalam sidak tersebut, Meutya menyoroti adanya ketimpangan dalam proses moderasi konten yang dilakukan oleh Meta.

Berdasarkan data pemantauan pemerintah, tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan konten judi online dan DFK di Indonesia hanya mencapai 28,47 persen.

Baca Juga: Viral menu MBG di Jogja tuai pujian, dilengkapi label gizi dan harga demi atasi kecemasan warga soal kualitasnya

Angka tersebut dinilai sangat rendah jika dibandingkan dengan platform digital lain yang juga beroperasi di Indonesia.

Meutya menilai, Meta justru terlihat sangat cepat menghapus konten tertentu, seperti yang berkaitan dengan isu Palestina.

"Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang, tuh, kenapa bisa seperti itu, apa penjelasannya?" paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X