Pilu karyawan Alfamart usai wacana relokasi di Lombok Tengah: Biaya kos nggak cukup, jauh dari rumah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 21 Mei 2026 | 23:30 WIB
Menyoroti aksi demonstrasi ratusan karyawan Alfamart di Kantor Bupati Lombok Tengah usai 25 gerai ritel modern itu resmi ditutup pemerintah daerah (TikTok.com/@FreyaDitt)
Menyoroti aksi demonstrasi ratusan karyawan Alfamart di Kantor Bupati Lombok Tengah usai 25 gerai ritel modern itu resmi ditutup pemerintah daerah (TikTok.com/@FreyaDitt)

GENMILENIAL.ID – Aksi demonstrasi ratusan karyawan Alfamart di Kantor Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan publik di media sosial.

Aksi tersebut dipicu kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah yang menutup 25 gerai ritel modern di wilayahnya.

Dalam unggahan akun TikTok @FreyaDitt pada Kamis 21 Mei 2026, terlihat ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Karyawan Alfamart Lombok Tengah menyuarakan keresahan mereka terkait masa depan pekerjaan.

Para karyawan mengaku cemas akan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membayangi, menyusul penutupan gerai tempat mereka bekerja.

Baca Juga: Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!

“Makan, biaya kos, dan transportasi. Nggak cukup buat kami,” ujar salah seorang karyawan dalam aksi tersebut.

“Belum lagi pengeluaran lainnya,” sambungnya.

Ancaman PHK jadi kekhawatiran utama

Penutupan 25 gerai Alfamart ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pekerja, terutama terkait keberlangsungan pendapatan mereka.

Sebagian besar karyawan mengandalkan pekerjaan tersebut sebagai sumber utama penghidupan.

Baca Juga: Bupati Subang hadiri HUT ke-65 Bank BJB, Kang Rey dorong penguatan sinergi ekonomi daerah

Ketidakpastian status kerja membuat mereka merasa berada dalam posisi rentan, terlebih jika tidak ada solusi konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.

Aksi demonstrasi ini pun menjadi bentuk tekanan sekaligus harapan agar ada kebijakan yang lebih berpihak kepada nasib pekerja.

Wacana relokasi dinilai memberatkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X