GENMILENIAL.ID - Kasus penemuan bayi di permukiman warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Bayi perempuan tersebut ditemukan dalam sebuah tas bersama sepucuk surat yang diduga ditulis oleh orang tuanya.
Peristiwa ini ramai dibagikan akun Instagram @lambegosiip.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa bayi tersebut sengaja ditinggalkan dengan pesan menyentuh.
Baca Juga: JPU tuntut 3 mantan pejabat Bank BJB di kasus Sritex, eks dirut terancam 10 tahun penjara
“Bayi cantik di Sukoharjo ini ditemukan dalam tas, ditinggalkan orang tuanya dengan sepucuk surat,” tulis unggahan tersebut.
Bermula dari tangisan bayi di pagi hari
Peristiwa ini terjadi di Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin, 20 April 2026 pagi.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan setelah seorang warga mendengar suara tangisan sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolsek Nguter, AKP Maryadi, mengungkapkan bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus kain di dalam tas.
Baca Juga: Viral curhat ibu soal daycare Little Aresha, ungkap luka memar anak dan pengakuan usai visum
“Diperkirakan bayi berusia sekitar 7 hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” kata Maryadi dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026.
Setelah ditemukan, bayi tersebut langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan dan memastikan kondisi kesehatannya.
Isi surat minta bayi dirawat pasutri
Artikel Terkait
Berkedok adopsi, sindikat jual beli bayi di Ngawi terbongkar, empat orang jadi tersangka
Polda Jabar tangkap pimpinan sindikat perdagangan bayi ke Singapura di Bandara Soetta
Jasad bayi ditemukan dalam kantong plastik yang digantung di pagar Makam Kreo Selatan
Bayi ditemukan terbungkus plastik di persawahan, Ketua TP PKK Subang desak penguatan edukasi dan perlindungan anak
Viral pasutri merokok sambil gendong bayi di Palmerah, teguran pemotor berujung pemukulan
Peluk boneka orang utan pengganti induknya, kisah bayi monyet punch di Jepang bikin haru
Viral kasus pembuangan bayi di Bekasi, polisi ungkap motif pelaku takut diusir orang tua