Sorotan publik semakin tajam setelah muncul angka nilai kontrak yang disebut mencapai Rp10,83 triliun.
Nilai ini dinilai fantastis, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai urgensi, skema pengadaan, hingga transparansi proyek tersebut.
Baca Juga: Viral lapak ‘MBG’ di Tebet, branding unik mirip program pemerintah picu sorotan
Berdasarkan penelusuran, isu ini berawal dari keterbukaan informasi yang disampaikan PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS).
Informasi tersebut melibatkan anak usaha, yakni PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) dan PT Agrinas Pangan Nusantara (APN).
Dalam laporan tersebut, disebutkan adanya perjanjian pengadaan 20.600 unit truk 6 ban sebagai bagian dari program Kopdes Merah Putih.
Direktur Utama PMJS, Ie Putra, menyatakan bahwa pengadaan tersebut didasarkan pada kontrak yang telah disepakati.
Baca Juga: Krisis air Subang disiasati murah! WTP Cijambe dibangun Rp1,2 miliar, kualitas air naik 60 persen
“Dalam kontrak pengadaan, DIPO sebagai dealer resmi yang ditunjuk oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors berdasarkan kontrak induk,” kata Putra.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan memberikan dukungan layanan purna jual guna memastikan operasional kendaraan berjalan optimal.
Kontrak dimulai sejak 2025
Dalam dokumen keterbukaan informasi, terdapat beberapa tahapan kontrak yang telah disepakati.
Kontrak induk antara APN dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors tercatat pada 28 November 2025.
Baca Juga: DPRD Subang sahkan Raperda Desa dan LKPJ 2025, soroti kinerja pemda dan dasar hukum pilkades
Di tanggal yang sama, juga dilakukan kontrak turunan antara DIPO dan APN. Kemudian, addendum kontrak ditandatangani pada 10 Maret 2026.
Artikel Terkait
Prabowo kelakar soal Zulhas pimpin Kopdes Merah Putih: Kalau jawab tak bisa, terpaksa reshuffle
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf
Viral mobil MBG dipakai angkut sampah di Nabire, BGN langsung bekukan operasional SPPG
Es kuwut diduga jadi penyebab keracunan MBG di Pemalang, ini temuan investigasinya
Pengawasan MBG disorot, Agus Masykur Rosyadi: Program harus tepat sasaran dan berkelanjutan
Dugaan keracunan MBG di Jaktim, 72 siswa dirawat di 3 rumah sakit
Viral motor berlogo BGN untuk MBG, Kepala BGN sebut total 25 ribu unit bukan 70 ribu