GENMILENIAL.ID - Isu dugaan pengadaan 20.600 unit truk untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mendadak menjadi sorotan publik.
Wacana ini ramai diperbincangkan di media sosial, terlebih muncul di tengah polemik pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perbincangan tersebut mencuat setelah unggahan akun Instagram @nasehat_pendaki pada Kamis, 9 April 2026.
Dalam unggahan itu, publik kembali dibuat bertanya-tanya soal transparansi proyek-proyek besar yang berkaitan dengan program pemerintah.
Baca Juga: Bukan sekadar reward! Perumda TRS kirim karyawan umroh untuk dongkrak kinerja dan spirit layanan
“Belum reda polemik pengadaan motor listrik untuk MBG, sekarang perhatian publik kembali tertuju pada proyek 20.600 unit truk Kopdes Merah Putih,” tulis postingan itu.
Isu muncul di tengah polemik MBG
Sebelumnya, polemik terkait pengadaan motor untuk kebutuhan operasional program MBG memang sudah lebih dulu ramai.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa pengadaan tersebut telah masuk dalam rencana anggaran sejak 2025.
“Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: BP4D Subang gaspol tulis ulang sejarah, targetkan perda dan identitas daerah lebih kuat
Namun, kebijakan itu menuai kritik karena dinilai muncul saat kualitas program MBG sendiri masih dipertanyakan sebagian masyarakat.
Situasi ini membuat isu baru terkait pengadaan truk Kopdes Merah Putih semakin sensitif dan memicu perhatian luas.
Nilai fantastis, capai Rp10,83 triliun
Artikel Terkait
Prabowo kelakar soal Zulhas pimpin Kopdes Merah Putih: Kalau jawab tak bisa, terpaksa reshuffle
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf
Viral mobil MBG dipakai angkut sampah di Nabire, BGN langsung bekukan operasional SPPG
Es kuwut diduga jadi penyebab keracunan MBG di Pemalang, ini temuan investigasinya
Pengawasan MBG disorot, Agus Masykur Rosyadi: Program harus tepat sasaran dan berkelanjutan
Dugaan keracunan MBG di Jaktim, 72 siswa dirawat di 3 rumah sakit
Viral motor berlogo BGN untuk MBG, Kepala BGN sebut total 25 ribu unit bukan 70 ribu