GENMILENIAL.ID — Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmennya membentuk koperasi di seluruh desa dan kelurahan se-Indonesia.
Ia menceritakan awal mula program ini dimulai dari ide berani untuk menyentuh semua lapisan desa melalui koperasi.
“Berapa desa dan kelurahan di Indonesia? 83.000? Oke, kita bikin koperasi di semua,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Emak-emak protes jalan ditutup saat CFD di Mempawah, video adu mulut viral di medsos
Dalam proses penyusunan program, ia menunjuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai Ketua Satgas Kopdes Merah Putih.
“Saya tanya bisa atau tidak? ‘Bisa Pak.’ Bagus, itu jawaban yang saya suka,” katanya sambil berkelakar, “Kalau jawabannya ‘Tidak bisa, Pak’, terpaksa reshuffle, kan?”
Prabowo mengaku sempat memperkirakan peluncuran baru bisa dilakukan pada Oktober atau November, namun ia terkejut ketika mendapat laporan bahwa 80.000 koperasi siap diresmikan pada Juli ini.
Baca Juga: Prabowo soroti kasus beras oplosan: Negara rugi Rp100 triliun, mafia pangan dianggap musuh rakyat
“Ternyata, kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang kuat, yang tidak bisa jadi bisa,” tandasnya.
Program Kopdes Merah Putih diharapkan bisa memangkas jalur distribusi dari produsen ke konsumen, serta mempercepat penyaluran kebutuhan penting seperti pupuk, gas, dan bantuan pemerintah lainnya.***
Artikel Terkait
Telisik momen Zulhas kasih uang gajinya ke siswa Banyuwangi di momen MBG, ada setitik janji Prabowo yang ingin naikkan upah pejabat RI
Zulhas persilakan kader PAN untuk maju sebagai cawapres di Pilpres 2029: Terbuka, siapapun siap bertarung
Dukung Prabowo maju Pilpres 2029, Zulhas: 15 tahun koalisi sekutu sejati PAN dan Gerindra
Minta satu komando, Zulhas targetkan PAN tembus 4 besar di Pemilu 2029
Sebut ekspor kelapa tetap berjalan meski harga sedang mahal, Zulhas beri solusi untuk petani: Tanam yang banyak
Prabowo cerita sukses CEPA ke Jokowi: 10 tahun perundingan dengan Uni Eropa akhirnya tuntas
Prabowo soroti kasus beras oplosan: Negara rugi Rp100 triliun, mafia pangan dianggap musuh rakyat