Prabowo kelakar soal Zulhas pimpin Kopdes Merah Putih: Kalau jawab tak bisa, terpaksa reshuffle

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 22 Juli 2025 | 02:01 WIB
Presiden Prabowo saat resmikan 80.000 Kopdes Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat resmikan 80.000 Kopdes Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID — Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmennya membentuk koperasi di seluruh desa dan kelurahan se-Indonesia.

Ia menceritakan awal mula program ini dimulai dari ide berani untuk menyentuh semua lapisan desa melalui koperasi.

“Berapa desa dan kelurahan di Indonesia? 83.000? Oke, kita bikin koperasi di semua,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Emak-emak protes jalan ditutup saat CFD di Mempawah, video adu mulut viral di medsos

Dalam proses penyusunan program, ia menunjuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai Ketua Satgas Kopdes Merah Putih.

“Saya tanya bisa atau tidak? ‘Bisa Pak.’ Bagus, itu jawaban yang saya suka,” katanya sambil berkelakar, “Kalau jawabannya ‘Tidak bisa, Pak’, terpaksa reshuffle, kan?”

Prabowo mengaku sempat memperkirakan peluncuran baru bisa dilakukan pada Oktober atau November, namun ia terkejut ketika mendapat laporan bahwa 80.000 koperasi siap diresmikan pada Juli ini.

Baca Juga: Prabowo soroti kasus beras oplosan: Negara rugi Rp100 triliun, mafia pangan dianggap musuh rakyat

“Ternyata, kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang kuat, yang tidak bisa jadi bisa,” tandasnya.

Program Kopdes Merah Putih diharapkan bisa memangkas jalur distribusi dari produsen ke konsumen, serta mempercepat penyaluran kebutuhan penting seperti pupuk, gas, dan bantuan pemerintah lainnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X