“Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya,” ujarnya kepada awak media.
“Infonya sih, katanya keluar Kamis malam. Kata orang-orang di dalam ya, enggak ada. Beliau enggak ada,” sambungnya.
Baca Juga: Viral mitra MBG joget, Lita Gading sentil keras hingga tantang dilaporkan ke polisi
Ia juga menyebut Yaqut tidak terlihat saat pelaksanaan salat Idulfitri di rutan.
Menuai kritik publik
Kebijakan penangguhan penahanan ini kemudian menuai kritik dari sejumlah kalangan.
Perbandingan pun muncul dengan kasus yang pernah dialami eks Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyoroti adanya perbedaan perlakuan yang diberikan KPK.
Baca Juga: Viral warga Depok tegur pemuda nongkrong hingga jam 3 pagi, berisik pakai sound system
Ia mempertanyakan alasan dikabulkannya penangguhan penahanan terhadap Yaqut yang disebut dalam kondisi sehat.
“Yang bikin geli itu alasan KPK karena ada permohonan dari keluarga dan Lukas Enembe dulu,” ujarnya, Minggu 22 Maret 2026.
“(Hal itu) meskipun ada permohonan keluarga tapi tidak dikabulkan bahkan sampai meninggal dalam tahanan,” sambungnya.
Boyamin menilai keputusan tersebut menunjukkan ketidakkonsistenan dalam kebijakan penegakan hukum.
Baca Juga: Viral joget sambil ngaku dapat Rp6 juta per hari, mitra MBG tempuh jalur hukum
“Sakit-sakitan aja tidak dikabulkan, lah ini orangnya sehat-sehat aja ditangguhkan,” tandasnya.
Artikel Terkait
Pemilu 2024, Menag Yaqut larang Masjid jadi tempat kontestasi politik elektoral
KPK periksa 10 petinggi travel, babak baru skandal kuota haji: Isyarat calon tersangka makin terang
Belum ada tersangka di kasus dugaan korupsi kuota haji, Bambang Widjojanto: Publik dan pencari keadilan dibuat menunggu
KPK tetapkan eks Menag Yaqut dan stafsus Gus Alex sebagai tersangka korupsi kuota haji 2024
Mahfud MD soroti kasus dugaan korupsi kuota haji 2024, singgung peran eks Menag Yaqut
KPK ungkap peran bos Maktour Travel di kasus dugaan korupsi kuota haji era Menag Yaqut
Eks Menag Yaqut jadi tahanan rumah, KPK tegaskan bukan karena sakit