Respons admin bus jadi sorotan
Meski pihak perusahaan dan kru telah menyampaikan permintaan maaf, perbincangan di media sosial masih berlanjut.
Baca Juga: Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng
Warganet kemudian menyoroti respons admin bus Madu Kismo yang dinilai kurang tepat saat menanggapi kritik.
Hal tersebut mencuat setelah akun TikTok @feri_irawan817 membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan pihak bus.
“Untuk hari ini, buat angkut sampah dari tol ke kalian habis berapa duit ya?” tulis pemilik akun dalam pesannya.
“Oh kakaknya mau angkut? Terima kasih banyak atas kepeduliannya ya,” balas pihak bus.
Belakangan, pihak bus Madu Kismo juga memberikan klarifikasi melalui unggahan terbaru.
Baca Juga: ICCN luncurkan E-Book retrospektif kota kreatif, dokumentasikan perjalanan kota kreatif di Indonesia
Mereka menyebut bahwa pesan tersebut bukan ditulis oleh admin resmi karena nomor yang digunakan sudah diganti.
Sementara itu, sopir dan kru yang terlibat dalam kejadian tersebut disebut telah diberikan sanksi berupa skorsing selama satu bulan dan tidak diperbolehkan bekerja sementara waktu.
Sejumlah warganet pun masih memberikan tanggapan terhadap kasus tersebut.
“Bukannya introspeksi malah makin konyol,” tulis akun @put******a.
Baca Juga: China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer
“Semoga armada dan kru bisa memperbaiki kesalahan dan harusnya lebih bijak dalam bersikap dengan minta maaf terus evaluasi,” tulis akun @eko********1.
Artikel Terkait
Sampah jadi ancaman serius, Bupati Subang tegaskan lingkungan bersih modal cegah banjir dan bangun daerah
Jerhemy Owen ubah sampah sachet jadi papan bangunan, lapisi tembok dan atap pabrik mini
Pemprov Jabar kunci investasi Rp296,8 triliun, gaspol bereskan tambang ilegal dan sampah regional
Viral sopir bajaj mengamuk di Halte TJ Koridor 2, rusak wiper hingga nyaris lempar tong sampah
Produksi sampah Subang tinggi, Ateng Sutisna dorong pengelolaan dimulai dari rumah tangga
Evi Nur’Afiah soroti penanganan sampah di Subang, DPRD siap dorong fasilitas pengelolaan di tingkat RW
Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah