Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Maret 2026 | 17:38 WIB
Guru di Semarang curhat soal tugas tambahan guru saat SPPG datang untuk bagikan MBG (Instagram/stevano.96)
Guru di Semarang curhat soal tugas tambahan guru saat SPPG datang untuk bagikan MBG (Instagram/stevano.96)

GENMILENIAL.ID – Seorang guru sekaligus konten kreator di Semarang, David Stevano, mengungkapkan pengalaman ketika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mengalami keterlambatan distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui unggahan video di akun Instagram miliknya, David menyebut para guru di sekolah turut memiliki sejumlah tugas tambahan saat pembagian makanan MBG kepada siswa.

“Dikira guru nggak kerepotan? Udah nggak dapat upah SPPG, nambah lagi bebannya,” tulisnya dalam unggahan video di akun @stevano.96 pada Minggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga: ICCN luncurkan E-Book retrospektif kota kreatif, dokumentasikan perjalanan kota kreatif di Indonesia

Video berdurasi sekitar satu menit tersebut merupakan tanggapannya terhadap keluhan sejumlah wali murid yang sebelumnya memprotes keterlambatan distribusi MBG ke sekolah.

Guru seperti jadi relawan

Dalam videonya, David mengaku sekolahnya juga pernah mengalami keterlambatan pengantaran makanan MBG oleh pihak SPPG.

“Kasus SPPG yang kayak gini pernah ngerasain. Jadi, yang namanya relawan sesungguhnya itu guru karena kita nerima MBG-nya, bagiin, ngumpulin kantongnya itu nggak dibayar dari SPPG-nya,” ujarnya.

Baca Juga: China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer

Ia juga menjelaskan bahwa ketika distribusi makanan datang terlambat, para siswa terkadang harus ditahan lebih lama di sekolah agar pembagian makanan dapat dilakukan secara merata.

“Belum lagi kalau telat, anak-anak udah mau keluar dari gerbang, kita hold dulu untuk nunggu pembagian lengkap dari SPPG. Dulu pernah kayak gitu,” lanjutnya.

Guru mengaku terlambat pulang

Selain membagikan makanan, guru juga disebut memiliki tanggung jawab tambahan setelah para siswa selesai makan.

Hal tersebut membuat guru tidak bisa langsung pulang setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X