GENMILENIAL.ID – Seorang guru sekaligus konten kreator di Semarang, David Stevano, mengungkapkan pengalaman ketika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mengalami keterlambatan distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui unggahan video di akun Instagram miliknya, David menyebut para guru di sekolah turut memiliki sejumlah tugas tambahan saat pembagian makanan MBG kepada siswa.
“Dikira guru nggak kerepotan? Udah nggak dapat upah SPPG, nambah lagi bebannya,” tulisnya dalam unggahan video di akun @stevano.96 pada Minggu, 15 Maret 2026.
Baca Juga: ICCN luncurkan E-Book retrospektif kota kreatif, dokumentasikan perjalanan kota kreatif di Indonesia
Video berdurasi sekitar satu menit tersebut merupakan tanggapannya terhadap keluhan sejumlah wali murid yang sebelumnya memprotes keterlambatan distribusi MBG ke sekolah.
Guru seperti jadi relawan
Dalam videonya, David mengaku sekolahnya juga pernah mengalami keterlambatan pengantaran makanan MBG oleh pihak SPPG.
“Kasus SPPG yang kayak gini pernah ngerasain. Jadi, yang namanya relawan sesungguhnya itu guru karena kita nerima MBG-nya, bagiin, ngumpulin kantongnya itu nggak dibayar dari SPPG-nya,” ujarnya.
Baca Juga: China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer
Ia juga menjelaskan bahwa ketika distribusi makanan datang terlambat, para siswa terkadang harus ditahan lebih lama di sekolah agar pembagian makanan dapat dilakukan secara merata.
“Belum lagi kalau telat, anak-anak udah mau keluar dari gerbang, kita hold dulu untuk nunggu pembagian lengkap dari SPPG. Dulu pernah kayak gitu,” lanjutnya.
Guru mengaku terlambat pulang
Selain membagikan makanan, guru juga disebut memiliki tanggung jawab tambahan setelah para siswa selesai makan.
Hal tersebut membuat guru tidak bisa langsung pulang setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Artikel Terkait
SMAN 2 Pamekasan tolak 1.022 porsi MBG, sekolah soroti menu lele mentah dari SPPG As-Salman
Dokter Dion Haryadi soroti viral menu lele MBG di SMAN 2 Pamekasan, pertanyakan distribusi SPPG
SPPG Cikole Sukabumi akui lalai usai bagikan menu MBG ikan nila yang masih mentah hingga sampai ke tangan siswa
Warganet soroti harga roti MBG di Cianjur, ditulis Rp3.500 padahal di warung seribuan
Pandji Pragiwaksono sentil menu fish and chips MBG Ramadan di Solo, wali kota turun tangan
MBG TK di Rawajitu Timur Lampung telat dibagikan, wali murid soroti buah semangka yang masih mentah
Viral mobil MBG dihadang siswa di SMPN 2 Sokaraja Banyumas, diduga telat distribusi