Produksi sampah Subang tinggi, Ateng Sutisna dorong pengelolaan dimulai dari rumah tangga

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:11 WIB
Anggota DPR RI Ateng Sutisna berdialog dengan pegiat lingkungan dan tokoh masyarakat terkait akselerasi penanganan sampah di Kabupaten Subang, Sabtu 7 Maret 2026
Anggota DPR RI Ateng Sutisna berdialog dengan pegiat lingkungan dan tokoh masyarakat terkait akselerasi penanganan sampah di Kabupaten Subang, Sabtu 7 Maret 2026

GENMILENIAL.ID – Persoalan sampah di Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan. Tingginya produksi sampah setiap hari dinilai tidak sebanding dengan ketersediaan armada pengangkut serta keterbatasan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.

Hal tersebut disampaikan anggota DPR RI Komisi XII, Ateng Sutisna, saat menggelar dialog akselerasi penanganan sampah bersama pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam di Kabupaten Subang di Kantor Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera, Sabtu 7 Maret 2026

Dalam forum tersebut, Ateng menekankan bahwa persoalan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Baca Juga: Diduga usai santap menu MBG, 28 santri ponpes di Jombang dilarikan ke rumah sakit

“Masalah sampah ini masalah kita bersama. Jangan sampai dibuang ke kebun, jangan sampai dibuang ke sungai karena akan menyebabkan pendangkalan dan akhirnya banjir,” ujar Ateng.

Ia mengatakan penanganan sampah perlu melibatkan berbagai komunitas lingkungan seperti bank sampah agar pengelolaan bisa berjalan lebih efektif.

Menurutnya, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis harus dimanfaatkan atau dijual kembali, sementara sisanya dapat diolah melalui berbagai metode seperti pengolahan maggot.

“Kita akan arahkan kerja sama dengan para pegiat lingkungan, baik dari bank sampah dan sebagainya, supaya sampah yang bisa dimanfaatkan kita manfaatkan, yang bisa dijual kita jual, dan yang tidak bisa diolah bisa dimanfaatkan untuk maggot dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga: Mangkir pemeriksaan dan sempat live TikTok, Richard Lee ditahan di rutan Polda Metro Jaya

Pengelolaan dimulai dari sumbernya

Ateng menilai penanganan sampah di Subang tidak bisa hanya bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir. Ia mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Menurutnya, jika sampah sudah dipilah sejak awal, maka jumlah sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA bisa berkurang secara signifikan.

“Kita pertama sekarang sampah rumah tangga, kita akan kelola supaya jangan kumpul-kumpul akhirnya dibuang ke TPA,” jelasnya.

Selain rumah tangga, ia juga mendorong adanya sistem pemilahan sampah di sejumlah titik seperti pasar atau terminal sebelum dibawa ke tempat penampungan sementara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X