Setibanya di Desa Pengidam, Ojan dihadapkan pada pemandangan memilukan.
Rumah yang sebelumnya berdiri di dekat kebun sawit sudah tidak terlihat lagi, hanyut terbawa arus banjir bersama gelondongan kayu dari hulu.
Baca Juga: APDESI Subang bongkar modus 'surat cinta' oknum LSM, hampir seluruh kades pernah diintimidasi
“Rumahnya dulu di pohon sawit itu, terus hanyut. Lihat rumah begini sedih. Penginnya nggak hancur,” ucapnya lirih.
Dalam video tersebut tampak puing-puing bangunan rumah yang hancur, tertutup lumpur banjir.
Ojan menunjuk lokasi rumahnya yang kini hanya menyisakan hamparan kayu gelondongan dengan berbagai ukuran.
Kisah Ojan pun menyentuh banyak warganet, yang turut menyampaikan doa dan dukungan bagi para korban banjir di Aceh Tamiang.
Baca Juga: OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa
Pemerintah bangun huntara untuk penyintas banjir
Pasca-bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan meliputi pembangunan sekitar 600 unit rumah, 120 unit toilet, serta 14 fasilitas komunal.
Selain itu, disiapkan pula satu unit klinik kesehatan dan satu taman bermain guna menunjang kenyamanan serta kesehatan warga, khususnya anak-anak.
Pembangunan huntara dilakukan dengan dua skema, yakni di sekitar lokasi asal warga dan secara terpusat di satu kawasan tertentu.
Progres pembangunan ditargetkan mencapai sekitar 90 persen dengan tujuh blok bangunan modular.
Artikel Terkait
Kagum ketegaran warga Aceh di tengah duka bencana, Salim A Fillah terharu disuguhkan durian
Lumpur pascabanjir masih jadi PR besar, Mendagri dorong tambahan 15 ribu personel TNI-Polri
Edukasi anak-anak korban bencana di Aceh, influencer Virdian Aurellio yakin kesadaran ekologis generasi muda mulai tumbuh
Bikin terharu, anak-anak TK di Aceh Tamiang nyanyikan lagu penyemangat untuk prajurit TNI pembersih sisa banjir
Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
Influencer King Abdi ungkap kebutuhan mendesak warga Aceh Tamiang, bukan hanya makanan tapi obat penyakit kulit
Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior