APDESI Subang bongkar modus 'surat cinta' oknum LSM, hampir seluruh kades pernah diintimidasi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 15 Januari 2026 | 23:13 WIB
APDESI mengapresiasi Polres Subang yang telah melakukan OTT terhadap oknum LSM yang melakukan pemerasan terhadap para kepala desa dengan mengirimkan puluhan karangan bunga di depan Mapolres Subang, Kamis 15 Januari 2026.
APDESI mengapresiasi Polres Subang yang telah melakukan OTT terhadap oknum LSM yang melakukan pemerasan terhadap para kepala desa dengan mengirimkan puluhan karangan bunga di depan Mapolres Subang, Kamis 15 Januari 2026.

GENMILENIAL.ID — Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Subang, Ernawati, mengungkap praktik intimidasi masif yang dilakukan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap para kepala desa.

Modus tersebut dikenal dengan istilah 'surat cinta', yakni surat permintaan data anggaran yang berujung pada ancaman pemerasan.

Pengungkapan ini disampaikan Ernawati usai konferensi pers pengungkapan kasus OTT oknum LSM oleh Polres Subang di Aula Patriatama Polres Subang, Kamis, 15 Januari 2026. Ernawati juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukamandijaya.

Baca Juga: OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa

'Surat cinta' bikin kepala desa resah

Ernawati menyebut, surat-surat tersebut dikirimkan ke kepala desa dengan bahasa formal namun bernuansa intimidatif.

Meski disebut 'surat cinta', isinya justru membuat resah dan mengganggu psikologis aparatur desa.

“Para kepala desa yang mendapatkan surat-surat seperti surat cinta ini sangat resah. Tindakan oknum tersebut mengganggu sekali, sampai ada kepala desa yang malas berkantor karena tekanan seperti itu,” ujar Ernawati.

Ia mengungkapkan, intimidasi ini bukan terjadi secara sporadis, melainkan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Subang.

Baca Juga: Sentuh sektor informal, Kapolres Subang pastikan program makan gratis tepat sasaran untuk driver ojol

“Hampir dari 245 desa, hampir semuanya pernah mendapatkan surat-surat seperti itu. Dan itu bukan dari satu oknum LSM saja, tapi dari beberapa,” tegasnya.

Nominal pemerasan capai puluhan juta rupiah

Lebih lanjut, Ernawati membeberkan nominal pemerasan yang diminta oleh oknum LSM tersebut bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

“Variatif, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, bahkan sampai Rp30 jutaan,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X