Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 14 Januari 2026 | 15:26 WIB
Guru di Pidie Jaya menangis saat laptop berisi data penting terendam lumpur (TikTok/mra_210624)
Guru di Pidie Jaya menangis saat laptop berisi data penting terendam lumpur (TikTok/mra_210624)

GENMILENIAL.ID — Sebuah video yang memperlihatkan momen haru seorang guru di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mendadak viral di media sosial.

Guru tersebut terlihat menangis saat menemukan laptop sekolah yang sehari-hari digunakannya tertimbun lumpur pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Video itu diunggah melalui akun TikTok @mra_210624 dan diposting pada Selasa, 13 Januari 2026.

Baca Juga: Polisi tangkap pelaku penggelapan mobil blind van Rp203 juta di Subang, ternyata karyawan perusahaan

Dalam rekaman tersebut, sang guru terlihat membawa laptop yang sudah tertutup lumpur kering sambil berusaha membersihkannya dengan tangan, sembari menahan tangis.

“Bukan berapa mahalnya, tapi datanya,” ucap sang guru dengan suara bergetar dalam video yang telah ditonton lebih dari 600 ribu kali tersebut.

Tak sempat menyelamatkan laptop saat banjir datang

Dalam keterangan unggahan, guru itu menjelaskan bahwa banjir bandang datang secara tiba-tiba hingga merendam bangunan sekolah beserta isinya.

Lumpur tebal yang terbawa arus banjir kemudian mengeras dan membuat banyak fasilitas sekolah tak lagi dapat digunakan.

Baca Juga: Sempat viral guru seberangi sungai pakai tali sling, jembatan darurat Desa Bah Aceh Tengah kini lebih aman

“Sekolah terendam banjir, lumpur yang berubah jadi tanah keras. Semua yang ada di sekolah nggak bisa digunakan,” tulisnya.

Ia mengaku, dari sekian banyak barang yang rusak akibat bencana, laptop tersebut menjadi yang paling membuatnya terpukul.

Pasalnya, perangkat itu digunakan setiap hari untuk menunjang pekerjaan administrasi di sekolah.

“Dari sekian banyak barang yang rusak, ada satu benda yang buat aku nggak bisa berkata-kata, laptop yang tiap hari dipakai untuk bekerja tergeletak di dalam tumpukan lumpur,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X