Rumah lenyap diterjang banjir bandang, warga Desa Suka Jadi Aceh Tamiang: Tinggal tangga dan kamar mandi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 28 Desember 2025 | 20:43 WIB
Sisa rumah warga Desa Suka Jadi, Aceh Tamiang yang terbawa arus banjir (Instagram/adjie.apk)
Sisa rumah warga Desa Suka Jadi, Aceh Tamiang yang terbawa arus banjir (Instagram/adjie.apk)

Ia tinggal bersama anak bungsunya, sementara anggota keluarga lainnya mengungsi terpisah.

“Tenda udah dapat, ini satu tenda satu kepala keluarga. Saya cuma berdua sama anak, anak yang kecil tinggal sama saya di sini,” katanya.

Baca Juga: Sebulan pascabanjir bandang, warga Desa Babo Aceh Tamiang masih butuh baju hingga tenda pengungsian

Tenda-tenda pengungsian kini berjejer di sepanjang jalur baru Desa Suka Jadi. Area tersebut menjadi pusat pengungsian warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang.

Desa Suka Jadi tertutup lumpur dan puing

Kondisi Desa Suka Jadi pascabanjir memperlihatkan kerusakan yang masif.

Dalam rekaman video, hampir tidak terlihat lagi rumah warga yang masih layak huni. Puing-puing kayu berserakan, sementara lumpur tebal menutup bekas bangunan dan jalan desa.

Desa Suka Jadi sendiri kerap luput dari perhatian karena jalur lama lebih banyak memperlihatkan kawasan Kota Lintang Bawah.

Baca Juga: Warga Tebing Tinggi Kalsel naik ke atap ambulans saat banjir bandang terjang permukiman

Namun, melalui jalan baru, dampak kerusakan terlihat jelas dengan deretan tenda pengungsi yang kini menjadi 'rumah sementara' warga.

Data korban banjir Sumatera

Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu, 27 Desember 2025, jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor di Sumatera tercatat sebanyak 1.138 orang, dengan 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Bencana ini berdampak di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Adapun jumlah pengungsi tercatat sekitar 449.846 jiwa yang tersebar di berbagai titik pengungsian.

BNPB menyebutkan, pola pengungsian warga terbagi menjadi dua, yaitu tinggal di posko darurat seperti tenda pengungsian serta mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau keluarga terdekat.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X