Kontur jalan Aceh Tamiang masih ‘seperti agar-agar’, warga khawatir akses tak kunjung pulih pascabanjir

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 23:12 WIB
Menyoroti keluhan warga di Aceh Tamiang yang mengungkapkan kontur jalan di wilayahnya yang dinilai seperti agar-agar (Instagram.com/@windoherwindo)
Menyoroti keluhan warga di Aceh Tamiang yang mengungkapkan kontur jalan di wilayahnya yang dinilai seperti agar-agar (Instagram.com/@windoherwindo)

Situasi lapangan yang tergambar dalam video tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sebelumnya meninjau langsung lokasi terdampak pada Rabu, 10 Desember 2025.

Baca Juga: Kayu menumpuk jadi kendala, Gubernur Aceh ungkap Tim China sulit deteksi jenazah korban banjir

AHY menyebut kerusakan di Aceh Tamiang termasuk yang terparah di Sumatera.

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, memang sangat parah,” ujarnya.

“Hampir semua struktur bangunan, baik milik masyarakat maupun pemerintah, hancur atau rusak berat akibat banjir besar dan longsor lalu," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa banyak fasum—mulai dari jalan desa, jembatan, kantor pemerintahan, hingga sarana kesehatan, tidak lagi dapat digunakan.

Baca Juga: Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan

Janji pemerintah: Perbaikan akses, mobilisasi alat berat, dan pemulihan layanan dasar

AHY menegaskan pemerintah kini memprioritaskan penanganan darurat dengan fokus pada pemulihan akses antarwilayah, distribusi bantuan, serta kebutuhan dasar warga seperti air bersih, tenda, dan layanan kesehatan.

“Bantuan logistik, seperti beras dan sembako, harus terus mengalir,” tegasnya.

AHY juga berharap Kementerian Pekerjaan Umum dapat mempercepat pembukaan jalur yang terputus akibat longsor.

Baca Juga: BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan

“Antar-kecamatan dan antar-desa harus bisa tersambung kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengerahan alat berat seperti ekskavator, loader, dan backhoe harus dikawal ketat agar pembersihan material dan perbaikan infrastruktur dapat berlangsung lebih cepat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X