BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 17:15 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari (Youtube/BNPB Indonesia)
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari (Youtube/BNPB Indonesia)

GENMILENIAL.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru terkait penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga Kamis 11 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 990 jiwa, menyusul penemuan 21 jenazah baru pada hari ini.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube BNPB.

Baca Juga: Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah

Ia menyebutkan bahwa temuan korban terbaru ini merupakan hasil kerja tim gabungan yang masih terus melakukan operasi SAR di sejumlah titik terdampak.

“Ditemukan hari ini sebanyak 21 jasad… sehingga jumlah total korban menjadi 990 jiwa pada hari ini, Kamis 11 Desember 2025,” ujar Abdul Muhari.

Penemuan korban terbanyak berasal dari Aceh

BNPB merinci bahwa Aceh menjadi wilayah dengan tambahan korban terbanyak, yakni 16 orang.

Penemuan ini sebagian besar berasal dari Kabupaten Aceh Utara, daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir bandang.

Baca Juga: Subang serius bangun bibit sepak bola: Kang Rey dorong pembinaan usia dini usai final Bupati Cup U-17

Di Sumatera Utara, tiga jenazah ditemukan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.

Sementara itu, dua jasad ditemukan di Sumatera Barat dan saat ini masih dalam proses identifikasi.

Berikut data lengkap korban meninggal per provinsi:

  • Aceh 407 jiwa
  • Sumatera Utara 343 jiwa
  • Sumatera Barat 240 jiwa

Baca Juga: Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X