Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 16:40 WIB
Kondisi rumah pascabanjir di Sumatera, endapan lumpur tinggi hampir sentuh atap (Instagram/hadisitanggan - TikTok/r.f_95)
Kondisi rumah pascabanjir di Sumatera, endapan lumpur tinggi hampir sentuh atap (Instagram/hadisitanggan - TikTok/r.f_95)

GENMILENIAL.ID — Dua pekan setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Sumatera pada akhir November 2025, proses penanggulangan masih terus dilakukan.

Meski sebagian air telah surut, akses menuju beberapa daerah terdampak masih terhambat, membuat pengiriman bantuan logistik belum sepenuhnya optimal.

Sementara itu, ribuan warga terpaksa tinggal di rumah kerabat maupun posko pengungsian karena hunian mereka rusak parah dihantam terjangan banjir.

Baca Juga: Subang serius bangun bibit sepak bola: Kang Rey dorong pembinaan usia dini usai final Bupati Cup U-17

Rumah tertutup lumpur hingga setengah pintu, warga hanya bisa masuk dengan merangkak

Kondisi memilukan terlihat dalam video yang beredar di media sosial. Di Pidie Jaya, Aceh, seorang perempuan tampak bersimpuh saat mencoba masuk ke rumahnya sendiri.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @r.f_95 pada Kamis, 11 Desember 2025, endapan lumpur tebal menutupi hampir seluruh pintu masuk, membuat posisi tubuh harus merendah.

Di bagian dalam, lumpur bahkan hampir mencapai tinggi pintu ruangan lain karena menumpuk dan mulai mengeras.

Baca Juga: Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan

Situasi serupa juga terlihat di Sibolga, Sumatera Utara. Melalui unggahan Instagram @hadisitanggang, seorang warga menunjukkan bagaimana untuk masuk rumah harus merangkak dan ketika berada di dalam harus merunduk.

“Ini tanah sudah keras sekali. Untuk masuk dan keluar rumah harus seperti ini, dan kita belum tahu bagaimana menormalisasinya,” ujar pemilik akun.

Warganet tersentuh lihat kondisi pascabencana

Unggahan-unggahan tersebut memicu simpati luas dari warganet. Banyak yang mengungkapkan kesedihan sekaligus kebingungan terhadap cara pembersihan rumah yang hampir tertimbun penuh oleh lumpur.

Baca Juga: Perumda TRS dan AQUA tanam 1.800 pohon di mata air Cipondok, upaya jaga hulu sungai Cipunagara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X