Kepala BNPB akui salah nilai bencana di Tapanuli Selatan, minta penanganan dipercepat dan soroti pengungsi terlalu lama di tenda

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 2 Desember 2025 | 00:09 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto (tengah) meminta maaf ke Bupati Tapsel setelah menilai banjir tak mengkhawatirkan (Dok. BNPB)
Kepala BNPB, Suharyanto (tengah) meminta maaf ke Bupati Tapsel setelah menilai banjir tak mengkhawatirkan (Dok. BNPB)

GENMILENIAL.ID — Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan, setelah sebelumnya menilai kondisi banjir bandang di wilayah tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan.

Permintaan maaf itu disampaikan saat meninjau Desa Aek Garoga, Batang Toru, Senin 1 Desember 2025, ketika ia melihat langsung skala kerusakan yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Suharyanto menegaskan bahwa penanganan para pengungsi harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Basarnas catat 447 korban meninggal akibat bencana Sumatera, ratusan hilang dan korban luka belum tertangani

Ia meminta pemerintah daerah bersama BNPB mempercepat langkah pemulihan agar warga tidak terlalu lama tinggal di tenda darurat, karena kondisi fisik dan mental mereka dapat menurun jika berbulan-bulan berada di barak sementara.

Menurut Suharyanto, kebutuhan pengungsi tidak boleh dipandang selesai hanya karena sudah tersedia makanan, air, dan MCK.

Ia menekankan perlunya percepatan relokasi, pembangunan hunian sementara yang layak, hingga pemulihan akses dasar.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh terus-menerus berada di tenda dan meminta seluruh jajaran meningkatkan kecepatan penanganan.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Penjarahan di Sumatera karena warga lapar, pemerintah sudah all out tangani bencana

“Tidak bisa selamanya tinggal di tenda, dan kita juga tidak bisa melawan alam,” ujarnya.

Basarnas laporkan 447 korban jiwa, 399 masih hilang di Aceh, Sumut dan Sumbar

Dalam laporan terpisah di Komisi V DPR, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkap data terbaru dampak bencana banjir, banjir bandang, dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Total warga terdampak mencapai 33.602 jiwa. Dari jumlah tersebut, 447 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 399 lainnya masih hilang.

Banyak korban di daerah terisolasi dilaporkan mengalami luka berat dan belum mendapatkan layanan medis selama lebih dari lima hari, salah satunya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X