GENMILENIAL.ID — Sejumlah video viral di TikTok memicu perbincangan warganet usai memperlihatkan pegawai SPBU Pertamina yang mengenakan celana jeans sebagai seragam kerja.
Fenomena ini ramai dibahas karena dinilai berbeda dari tampilan seragam one set berwarna merah yang selama ini identik dengan SPBU Pertamina.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian datang dari akun TikTok @titatitadidindingggg pada 30 November 2025.
Dalam video tersebut terlihat beberapa pegawai SPBU berada di dalam ruangan dengan memakai kemeja merah Pertamina dipadukan dengan celana jeans.
Hingga berita ini diturunkan, video itu telah ditonton lebih dari 6,6 juta kali dan dibagikan ulang lebih dari 21 ribu kali.
Unggahan tersebut langsung memancing respons beragam dari warganet, mulai dari kritik soal estetika seragam hingga dugaan bahwa kebijakan itu terkait efisiensi biaya perusahaan.
Warganet soroti penampilan seragam baru
Banyak pengguna TikTok menilai seragam baru itu terlihat kurang rapi dibandingkan setelan merah penuh yang selama ini digunakan.
Beberapa komentar menyebut pegawai SPBU tampak seperti hendak nongkrong karena memakai jeans, sementara yang lain menilai penampilan tersebut tidak sesuai dengan standar profesionalitas layanan publik.
Komentar melebar ke isu pengoplosan hingga cashless
Di luar urusan seragam, sejumlah warganet juga menyerempet isu lain yang lebih substansial.
Mereka mengingatkan bahwa pelayanan di SPBU Pertamina masih membutuhkan banyak perbaikan, mulai dari tudingan pengoplosan BBM hingga keluhan soal pembayaran non-tunai yang tidak berjalan optimal di beberapa SPBU.
Artikel Terkait
Shifting pencarian BBM subsidi picu stok kosong di SPBU swasta, Wamen ESDM bicara klarifikasi
Polemik stok BBM kosong di SPBU swasta, DPR dan pengamat sepakat bukan monopoli Pertamina
Kosongnya stok BBM di SPBU swasta, pengamat soroti perubahan pola masyarakat hingga solusi kolaborasi dengan Pertamina
Dirjen Migas ungkap alasan stok BBM SPBU swasta belum terpenuhi meski ada kolaborasi
SPBU swasta batal beli BBM Pertamina, kandungan etanol jadi alasan mundur
Kuota impor BBM 110 persen belum cukup, DPR dengar curhat Shell hingga SPBU swasta mundur dari kesepakatan dengan Pertamina
BBM masih kosong di SPBU swasta, Bahlil tepis isu pemerintah jegal investasi: Kuota impor sudah diberikan 110 persen