Baca Juga: Tentang ghibah dan ujian lisan, mahasiswa Al-Ahgaff ini ingatkan generasi muda untuk waspada
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa OTT tersebut berkaitan dengan kasus dugaan jual-beli jabatan.
“Mutasi dan promosi jabatan,” kata Fitroh kepada wartawan di Jakarta, Jumat 7 November 2025.
Ia menambahkan, operasi dilakukan setelah tim penyelidik memperoleh bukti awal yang cukup untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait praktik korupsi di Ponorogo.
KPK dalami peran dan aliran dana
Hingga Sabtu siang 8 November 2025 pukul 11.30 WIB, pemeriksaan terhadap Sugiri dan enam orang lainnya masih berlangsung di Gedung Merah Putih KPK.
Baca Juga: Jokowi soal wacana Soeharto dan Gus Dur jadi pahlawan nasional: Semua pemimpin punya jasa
Lembaga antirasuah itu kini fokus mendalami peran masing-masing pihak dan aliran dana yang diduga mengalir dalam proses mutasi jabatan.
Meski belum menyebutkan barang bukti yang disita, KPK biasanya mengamankan uang tunai maupun dokumen transaksi dalam operasi serupa.
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk kemungkinan menetapkan Bupati Sugiri Sancoko sebagai tersangka jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.***
Artikel Terkait
OTT Wamenaker Noel: KPK sita Nissan GT-R hingga Ducati miliaran rupiah
Menaker: OTT Noel jadi pukulan berat, tak ada toleransi untuk korupsi
KPK: 14 Orang dan 22 kendaraan diamankan dalam OTT Wamenaker Noel
Wamenaker tertangkap OTT KPK, Istana sebut korupsi stadium 4
OTT KPK di Riau: 10 Orang diamankan termasuk penyelenggara negara, dugaan korupsi di Dinas PUPR
OTT Gubernur Riau, Puan Maharani minta pejabat daerah introspeksi: Jangan lagi terulang
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjaring OTT KPK, diduga terlibat skandal mutasi jabatan ASN