GENMILENIAL.ID – Di era media sosial, mengomentari dan membicarakan kehidupan orang lain kian mudah. Namun di balik kemudahan itu, tersembunyi ujian besar bagi manusia, menjaga lisan.
Hal ini disampaikan oleh Aghitsna Waliyaz Zulfa, mahasiswa tingkat ke 4 Universitas Al-Ahgaff, Yaman.
Dalam kajian yang dibawakannya, Aghitsna menyoroti bahaya ghibah sebagai bentuk kelalaian terhadap amanah lidah.
“Lidah adalah anugerah mulia. Tapi juga bisa menjadi ujian terberat manusia. Dari lidah bisa lahir ketaatan terbaik, seperti syahadat, tapi juga kemaksiatan terburuk, ucapan kekufuran,” ujar Aghitsna.
Baca Juga: Jokowi soal wacana Soeharto dan Gus Dur jadi pahlawan nasional: Semua pemimpin punya jasa
Ghibah, dosa yang dinormalisasi
Menurut Aghitsna, ghibah atau menggunjing kini sering dianggap wajar. Padahal, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menegaskan, ghibah adalah menyebutkan kekurangan seseorang yang tidak disukainya, baik fisik, akhlak, maupun urusan duniawi.
“Meski tidak selalu dengan lisan, lidah tetap menjadi sarana termudah untuk melakukan ghibah,” jelasnya.
Allah SWT bahkan memberikan perumpamaan keras tentang ghibah dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, yaitu seperti 'memakan daging saudaranya yang telah mati'.
Baca Juga: Jadi tersangka kasus ijazah Jokowi, dokter Tifa sebut jalan terjal perjuangan kebenaran
Siksa bagi penggunjing
Aghitsna juga mengutip hadis Rasulullah SAW dalam kisah Isra’ Mi’raj, di mana Nabi melihat orang-orang yang mencakar wajah dan dada dengan kuku tembaga, simbol bagi mereka yang suka menggunjing (HR. Abu Dawud).
“Orang yang suka menggunjing bukan hanya disiksa, tapi juga kehilangan amal baiknya, hingga tak tersisa sedikit pun,” kata Aghitsna mengingatkan.
Nasihat ulama: Kurangi rasa ingin tahu
Artikel Terkait
Kang Rey resmikan Masjid Asmaul Husna, tegaskan masjid jadi pusat persatuan dan pendidikan umat
Keteladanan KH. Anwar Manshur: Ulama sepuh Lirboyo yang dihormati lintas generasi
Satu dekade Hari Santri: Bupati Subang dikukuhkan jadi Panglima Santri, serukan santri melek zaman dan inovatif
Momentum Hari Santri, Badan Wakaf As-Syifa gerakkan literasi Qur’an: 555 mushaf disalurkan untuk pelajar, lansia, dan majelis taklim
Wamen Haji Dahnil Anzar: Legalisasi umrah mandiri justru lindungi jemaah dan pelaku travel
SBY hadiri Haul ke-9 Haji Mochamad Thohir: Beliau adalah great leader yang tak pernah menyerah
29 Wisudawan STIQ As-Syifa hafal 30 juz Al-Qur’an, jadi bukti lahirnya generasi Qur’ani di era modern