GENMILENIAL.ID - Para tokoh lintas agama di Kabupaten Subang menyatakan sikap bersama untuk menjaga kerukunan dan ketertiban antarumat beragama, menyusul maraknya kegiatan syiar door to door yang dilakukan oleh penganut Saksi-Saksi Yehuwa.
Sikap itu ditegaskan dalam rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Subang yang digelar di Aula Odilia Gereja Katolik Kristus Sang Penabur Subang Rabu, 14 Mei 2025,
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen tokoh agama dari Katolik, Kristen Protestan, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta perwakilan dari Kodim, Kejaksaan, dan Kepolisian.
Baca Juga: Langgar SKB 2 Menteri, FKUB Subang siap lapor Saksi-Saksi Yehuwa ke penegak hukum
Mereka menilai metode dakwah yang dilakukan secara door to door kepada warga yang telah memiliki keyakinan berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.
Ketua FKUB Subang, Budiono Ilyas menegaskan bahwa kegiatan syiar yang dilakukan oleh salah satu penganut Saksi-Saksi Yehuwa dinilai telah melanggar aturan, khususnya SKB 2 Menteri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Tata Cara Penyiaran Agama.
“Sudah dilakukan berbagai langkah persuasif dan dialog, namun yang bersangkutan tidak mau mengeluarkan pernyataan sikap. Kami menilai ini sudah melampaui batas dan bisa mengganggu kerukunan,” ujar Budiono.
Ia menambahkan, jika kegiatan tersebut terus berlangsung, FKUB akan melaporkan kepada aparat penegak hukum karena sudah memasuki ranah hukum.
Baca Juga: FKUB Subang nyatakan sikap tegas tolak syiar door to door Saksi-Saksi Yehuwa
Dalam pernyataan sikap tertulis, para tokoh agama menyampaikan penolakan terhadap penyebaran agama yang dilakukan secara door-to-door kepada warga yang telah memiliki agama.
Metode semacam itu dinilai tidak menghargai hak berkeyakinan dan privasi warga serta dapat memicu keresahan.
“Kami menjunjung tinggi kebebasan beragama, tapi tetap harus dilaksanakan dengan cara yang saling menghormati dan tidak memicu konflik,” bunyi salah satu poin pernyataan sikap tersebut.
Romo FX. Sigit Setyantoro dari Gereja Katolik Kristus Sang Penabur menegaskan bahwa semua tokoh agama hadir demi memperkuat kebersamaan antarumat beragama.
Baca Juga: ESAI: Seni sebagai investasi: Jalan menuju ketajaman makna
Artikel Terkait
Seminar FKUB Subang, Kapolres dan Dandim 0605 Subang sampaikan pesan moderasi beragama dan pluralisme
Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua FKUB Subang sebut terkait SKB 2 Menteri, seperti ini penjelasanya
FKUB Subang gelar moderasi beragama jelang Pilkada 2024, Dr. Imran sebut pentingnya peran pemimpin agama untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan
Masyarakat adat dan FKUB, Budiono Ilyas : Kita ingin merangkul institusi yang berkaitan dengan itu, walaupun secara tupoksi bukan ranah FKUB
FKUB Subang: Penista agama berlindung dibalik aliran kepercayaan
FKUB Subang nyatakan sikap tegas tolak syiar door to door Saksi-Saksi Yehuwa
Langgar SKB 2 Menteri, FKUB Subang siap lapor Saksi-Saksi Yehuwa ke penegak hukum