Ia menegaskan bahwa setiap jemaah membawa identitas daerah, sehingga perilaku yang ditunjukkan akan mencerminkan masyarakat Subang secara keseluruhan.
Menurutnya, sikap disiplin, tertib, serta saling menghargai antarjemaah menjadi hal penting yang harus dijaga.
Baca Juga: Sungai tercemar sampah, Sekda Subang serukan aksi nyata lewat Run For River
Dengan begitu, jemaah asal Subang dapat memberikan kesan positif di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai negara.
Ia juga berharap jemaah dapat menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan perilaku yang santun dan bertanggung jawab selama menjalankan ibadah.
Kekompakan jadi kekuatan bersama
Dalam kesempatan tersebut, Asep turut menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarjemaah.
Ia menyebut bahwa kebersamaan akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Baca Juga: 900 Santri Tebuireng diedukasi IFG, waspada pinjol ilegal hingga investasi bodong
Saling membantu, mengingatkan, dan peduli terhadap sesama jemaah menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar.
Terlebih, banyak jemaah yang membutuhkan perhatian khusus, terutama lansia.
Dengan kesiapan fisik, sikap yang baik, serta kekompakan yang terjaga, diharapkan seluruh jemaah haji asal Subang dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.***
Artikel Terkait
Polisi Makkah tangkap 3 WNI, diduga tawarkan haji ilegal dan edarkan kartu palsu
Mobil pengantar jemaah calon haji tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, 4 tewas termasuk balita
Tragis! Mobil rombongan pengantar haji tertabrak KA Argo Bromo di Grobogan, 4 tewas dan 5 terluka
Diduga mesin mati di rel, mobil rombongan haji tertabrak KA Argo Bromo di Grobogan: 4 Tewas
Kuota haji Subang 2026 berkurang, ratusan calon jemaah tertunda meski sudah siap berangkat
3 WNI diduga akan berangkat haji jalur ilegal dari Bandara YIA, imigrasi ungkap modus liburan ke Singapura dan Malaysia
439 Jemaah haji asal Subang berangkat di kloter 34, total tahun ini capai 543 orang