Asia–Pacific Conference for Palestine 2025 kukuhkan Indonesia sebagai pusat solidaritas global bela Palestina

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 9 November 2025 | 20:28 WIB
Asia–Pacific Conference for Palestine (APCP) digelar di Jakarta pada  7–8 November 2025  (Dok. Istimewa)
Asia–Pacific Conference for Palestine (APCP) digelar di Jakarta pada 7–8 November 2025 (Dok. Istimewa)

 

 

GENMILENIAL.ID — Indonesia kembali menegaskan posisinya di garis depan perjuangan kemanusiaan untuk Palestina.

Dalam Asia–Pacific Conference for Palestine (APCP) yang digelar 7–8 November 2025 di Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP), BKSAP DPR RI, dan berbagai lembaga filantropi, berhasil mengukuhkan Indonesia sebagai markas besar diplomasi Asia–Pasifik untuk Palestina.

Penetapan Indonesia sebagai headquarter GCQP untuk kawasan Asia–Pasifik menjadi langkah strategis yang menegaskan peran bangsa ini dalam memperkuat diplomasi kemanusiaan, solidaritas global, dan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Konferensi dua hari tersebut dibuka dengan MUI Gathering and Luncheon di Gedung MUI Jakarta Pusat, dipimpin oleh Ambassador Bunyan Saptomo dan dilanjutkan dengan welcoming dinner di Universitas HAMKA (UHAMKA).

Baca Juga: Kang Rey beberkan progres jalan Subang: Anggaran naik 3 kali lipat, 80 km sudah diperbaiki

Ketua Steering Committee Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim menekankan pentingnya sinergi dan diplomasi umat untuk membela Palestina, sementara perwakilan UHAMKA menyambut para delegasi dengan semangat solidaritas kemanusiaan.

Kegiatan puncak berlangsung Sabtu, 8 November 2025 di Gedung Nusantara III, Kompleks DPR/MPR RI, dibuka dengan peluncuran simbolik dua buku berjudul Diplomasi Bela Palestina dan Free Free Palestina.

Buku tersebut diserahkan kepada tokoh-tokoh penting seperti Ketua BKSAP DPR RI Dr. Mardani Ali Sera, Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid, serta perwakilan GCQP dan peneliti muda Palestina.

Dalam sambutannya, Prof. Sudarnoto menegaskan konsistensi Indonesia dalam membela Palestina di setiap forum internasional.

Baca Juga: Ruwatan Bumi Desa Rancaudik: Kang Akur tekankan pentingnya gotong royong dan pelestarian budaya

“Indonesia tidak akan pernah diam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Diplomasi umat dan solidaritas Asia–Pasifik harus terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara Dr. Mardani Ali Sera menyoroti pentingnya diplomasi parlemen dan kolaborasi lintas negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X