GENMILENIAL.ID — Indonesia kembali menegaskan posisinya di garis depan perjuangan kemanusiaan untuk Palestina.
Dalam Asia–Pacific Conference for Palestine (APCP) yang digelar 7–8 November 2025 di Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP), BKSAP DPR RI, dan berbagai lembaga filantropi, berhasil mengukuhkan Indonesia sebagai markas besar diplomasi Asia–Pasifik untuk Palestina.
Penetapan Indonesia sebagai headquarter GCQP untuk kawasan Asia–Pasifik menjadi langkah strategis yang menegaskan peran bangsa ini dalam memperkuat diplomasi kemanusiaan, solidaritas global, dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Konferensi dua hari tersebut dibuka dengan MUI Gathering and Luncheon di Gedung MUI Jakarta Pusat, dipimpin oleh Ambassador Bunyan Saptomo dan dilanjutkan dengan welcoming dinner di Universitas HAMKA (UHAMKA).
Baca Juga: Kang Rey beberkan progres jalan Subang: Anggaran naik 3 kali lipat, 80 km sudah diperbaiki
Ketua Steering Committee Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim menekankan pentingnya sinergi dan diplomasi umat untuk membela Palestina, sementara perwakilan UHAMKA menyambut para delegasi dengan semangat solidaritas kemanusiaan.
Kegiatan puncak berlangsung Sabtu, 8 November 2025 di Gedung Nusantara III, Kompleks DPR/MPR RI, dibuka dengan peluncuran simbolik dua buku berjudul Diplomasi Bela Palestina dan Free Free Palestina.
Buku tersebut diserahkan kepada tokoh-tokoh penting seperti Ketua BKSAP DPR RI Dr. Mardani Ali Sera, Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid, serta perwakilan GCQP dan peneliti muda Palestina.
Dalam sambutannya, Prof. Sudarnoto menegaskan konsistensi Indonesia dalam membela Palestina di setiap forum internasional.
Baca Juga: Ruwatan Bumi Desa Rancaudik: Kang Akur tekankan pentingnya gotong royong dan pelestarian budaya
“Indonesia tidak akan pernah diam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Diplomasi umat dan solidaritas Asia–Pasifik harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sementara Dr. Mardani Ali Sera menyoroti pentingnya diplomasi parlemen dan kolaborasi lintas negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil.
Artikel Terkait
Pengakuan Palestina oleh Inggris dan sekutunya picu ancaman aneksasi Israel, jadi harapan baru perdamaian
Drama mikrofon mati di sidang PBB: Dari Erdogan, Prabowo, hingga Carney, pesan pro Palestina tetap bergema
Pidato Prabowo di PBB: Dari luka penjajahan, Palestina merdeka, hingga janji swasembada pangan
Indonesia di PBB: Komitmen finansial untuk Palestina dan UNRWA tak bisa ditawar
Netanyahu singgung pidato pro Palestina Prabowo di PBB, walk out delegasi warnai sidang
5 Poin kritis proposal perdamaian Gaza ala Trump-Netanyahu, dari pemerintahan transisi hingga masa depan Palestina
Lautan massa penuhi Jakarta: Ribuan warga gelar aksi bela Palestina di Kedubes AS, 250 bus dari Jawa-Sumatra turun ke jalan