900 Santri Tebuireng diedukasi IFG, waspada pinjol ilegal hingga investasi bodong

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 18 Mei 2026 | 19:11 WIB
Tingkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan IFG Goes to School 2026 (Dok.IFG)
Tingkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan IFG Goes to School 2026 (Dok.IFG)

GENMILENIAL.ID — Di tengah maraknya kasus pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang kian menyasar generasi muda, ratusan santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, justru dibekali pemahaman penting soal cara mengelola keuangan dan mengenali risiko sejak dini.

Indonesia Financial Group (IFG) melalui program IFG Goes to School 2026 mengedukasi sekitar 900 peserta yang terdiri dari siswa SMP A. Wahid Hasyim kelas 7 hingga 9 serta para guru.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Baca Juga: Pilu balita 2 tahun di Padang dianiaya ayah kandung, alami luka air panas hingga bekas gigitan

Dorong literasi keuangan di lingkungan pesantren

Kegiatan ini menjadi langkah konkret IFG dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan keuangan dan risiko finansial, khususnya di lingkungan pesantren.

Sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG menilai literasi keuangan sebagai fondasi penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Program ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Sekolah Alam Bogor.

Baca Juga: Tuai pujian, ibu-ibu di Wonogiri rela jaga perlintasan KA tanpa palang pintu demi keselamatan warga

Materi edukasi: Dari keuangan syariah hingga investasi

Mengusung tema 'Guru Terliterasi, Santri Terinspirasi', IFG menghadirkan Chief Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman, sebagai narasumber.

Ia memaparkan materi mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah, mulai dari perencanaan masa depan, pengaturan pengeluaran, hingga investasi dan proteksi finansial.

Peserta juga diajak memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menghindari perilaku konsumtif.

Selain itu, mereka diberikan pemahaman terkait risiko pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang marak terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X