Di Blitar, Megawati ungkap Soeharto tolak Bung Karno dimakamkan di TMP Kalibata: Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 3 November 2025 | 12:16 WIB
Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam peringatan 70 tahun KAA di Blitar, Jawa Timur (Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)
Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam peringatan 70 tahun KAA di Blitar, Jawa Timur (Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)

Menurutnya, hal itu menjadi bukti kecintaan rakyat terhadap pemimpin yang memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Transformasi Projo: Ganti logo, tetap hormat Jokowi, kini kawal pemerintahan Prabowo-Gibran

Megawati ingatkan warisan pemikiran Bung Karno soal kemanusiaan

Dalam kesempatan yang sama, Megawati mengingatkan bahwa pemikiran Bung Karno berakar pada nilai kemanusiaan dan anti-penjajahan, yang lahir dari pendidikan dan pengalaman hidupnya di Blitar.

“Di Blitar inilah Bung Karno menerima pendidikan budi pekerti yang membentuk karakternya. Kemanusiaan begitu mewarnai kepemimpinannya,” tutur Megawati.

Ia menegaskan, prinsip kemanusiaan itu menjadi fondasi utama perjuangan Bung Karno menentang segala bentuk penjajahan.

Megawati juga menyebut bahwa Pancasila bersifat universal, dan lima silanya bisa diterapkan oleh bangsa mana pun.

Baca Juga: Bukan penolakan, tapi standar baru: AS tunjuk KKP jadi lembaga resmi sertifikasi udang bebas Cesium-137

“Kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan — itulah nilai-nilai pokok Dasasila Bandung,” ujarnya mengacu pada semangat KAA tahun 1955.

Soroti Palestina: Itu juga keinginan ayah saya

Menutup pidatonya, Megawati menyinggung perjuangan kemerdekaan Palestina yang hingga kini belum terwujud.

Ia menyebut bahwa kemerdekaan penuh bagi Palestina adalah cita-cita yang sejalan dengan prinsip Bung Karno.

“Kita tidak akan pernah lupa perjuangannya Palestina. Palestina merdeka itu, menurut saya, juga sesuai keinginan ayah saya, berdaulat, merdeka penuh, bukan harus ada tawar-menawar,” tegas Megawati.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X