Bukan penolakan, tapi standar baru: AS tunjuk KKP jadi lembaga resmi sertifikasi udang bebas Cesium-137

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 3 November 2025 | 10:54 WIB
Ilustrasi - Ekspor udang ke AS segera pulih dengan syarat khusus (Unsplash/Etienne Girardet)
Ilustrasi - Ekspor udang ke AS segera pulih dengan syarat khusus (Unsplash/Etienne Girardet)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia memastikan ekspor udang beku ke Amerika Serikat (AS) kembali berjalan setelah sempat tersendat akibat temuan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk ekspor beberapa waktu lalu.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa aturan baru dari otoritas pangan AS, Food and Drug Administration (FDA), bukan bentuk penolakan, melainkan peningkatan standar mutu.

Melalui skema baru ini, KKP resmi ditunjuk sebagai lembaga Certifying Entity (CE) untuk menerbitkan sertifikat bebas Cs-137 bagi setiap pengiriman udang ke AS.

Baca Juga: Fenomena ‘Jokowisasi’: Ray Rangkuti sebut Jokowi jadi contoh mantan presiden yang tak lagi kebal kritik

“Ini bukan red list atau larangan impor. FDA hanya menambahkan persyaratan bagi pengiriman udang dari wilayah Jawa dan Lampung agar dilengkapi sertifikat bebas cemaran Cs-137,” ujar Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, Senin, 3 November 2025.

Ekspor perdana dan skema sertifikasi baru

Ekspor perdana udang bersertifikat bebas Cs-137 telah dilakukan pada Jumat, 31 Oktober 2025, melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, disusul pengiriman lanjutan ke Miami dan Jacksonville pada 1 November 2025.

Sertifikasi dilakukan bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan sistem scanning dan testing di titik-titik produksi utama udang di Jawa dan Lampung.

Baca Juga: Peringatan dini musim hujan: Pohon tumbang timpa mobil di Jalancagak-Ciater, BPBD Subang ingatkan warga waspada angin kencang

“Indonesia ingin menunjukkan bahwa kita memiliki sistem jaminan mutu setara standar internasional. Skema ini memastikan produk ekspor kita aman dan kredibel,” kata Ishartini.

Latar belakang kasus dan upaya pemerintah

Sebelumnya, FDA AS sempat melaporkan dugaan cemaran Cs-137 pada udang beku dari Indonesia yang dikirim PT Bahari Makmur Sejati (BMS Food). Produk tersebut dijual di jaringan ritel Walmart dan kemudian ditarik dari peredaran.

Namun, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Indonesia bukan pihak yang bersalah dalam kasus itu.

Ia mengungkapkan bahwa 14 kontainer dari Filipina yang terdeteksi mengandung Cs-137 sempat transit di Pelabuhan Tanjung Priok dan telah dikirim balik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X